header 728 x 90 3

Waroeng Cabe, Kemitraan Masakan Bercita Rasa Pedas

Kuliner merupakan salah satu bisnis yang paling menjajikan, lantaran pangsa pasarnya yang sangat besar. Meski telah banyak pelaku usahanya, namun selalu ada celah untuk pendatang baru. Tidak heran bisnis kuliner  banyak dilirik usaha pemula dan cocok untuk usaha sampingan bagi karyawan. Waroeng Cabe hadir menawarkan kerjasama waralaba bagi karyawan yang ingin terjun ke usaha kuliner tanpa repot mengurus sendiri bisnisnya. Bagaimana cara menjadi mitra dari rumah makan yang menghadirkan masakan tradisional bercita rasa pedas ini ?

        Semakin banyaknya pelaku usaha rumah makan yang menandakan usaha ini menguntungkan dan cukup diminati masyarakat. Tak terkecuali dengan usaha rumah makan Waroeng Cabe yang dilakoni Anita Septianingrum yang sengaja didirikan untuk menyasar kalangan menengah ke bawah. “ Awalnya saya sangat menyukai makanan pedas, namun karena terkadang susah untuk ditemukan, maka saya mulai kepikiran untuk mendirikan usaha sendiri,”.

Sebelumnya wanita yang akrab disapa Anita ini melakukan riset terlebih dahulu bagaimana cara menjalankan bisnis warung makan. Selain itu juga Anita melakukan uji coba resep menu yang akan ditawarkan. Setelah mengtahui seluk beluk usaha warung makan, Anita akhirnya mulai mendirikan usaha Waroeng Cabe pada Agustus 2009 di daerah Krapyak Semarang, Jawa Tengah.

Untuk mendirikan Waroeng Cabe Anita mengaku harus merogoh koceknya sebesar Rp 250 juta yang di gunakan untuk renovasi tempat, membeli peralatan masak, dekorasi ruang, hingga bahan baku awal. Hasilnya cukup memuaskan, Waroeng Cabe langsung dapat repons positif dan di terima masyarakat. “ Saya menyasar segmentasi pasar mengah kebawah,” ujarnya.


Menurut Anita meski nama Waroeng Cabe semakin dikenal masyarakat namun Anita tidak pernah berpikir untuk mengembangkan usahanya lewat sistem kemitraan. Namun banyaknya permintaan dan keinginan melebarkan sayap usaha membuat Anita akhirnya tertarik untuk membuka kerja sama kemitraan. Anita lantas bergegas mempersiapkan perizinan yang dibutuhkan seperti SOP (Standard operating procedure), dan mendaftarkan brand Waroeng Cabe ke Dirjen HAKI (Hak Kekayaan Intelektual).

Waroeng Cabe, Kemitraan Masakan Bercita Rasa Pedas

Waroeng Cabe, Kemitraan Masakan Bercita Rasa Pedas

Sejak dimitrakan September 2012, kini Waroeng Cabe telah memiliki 10 Mitra yang tersebar di Rembang, Pati, Kediri, Salatiga, Mataram, Semarang, dan Banyumanik.

Waroeng Cabe. Lewat Waroeng Cabe Anita memiliki keinginan melestarikan masakan tradisional namun dengan cita rasa pedas agar tidak tergerus dengan makanan dari luar negeri yang semakin banyak dijumpai di masyarakat. “ Kalau bukan kita yang melestarikan masakan tradisional, lalu siapa lagi?,” ujarnya.

Waroeng Cabe menawarkan lebih dari 50 macam menu tradisional dengan cita rasa pedas seperti Daging Sapi Goreng, Bebek Goreng, Ayam Goreng, Tahu Kosek, Terong Goreng, Belut Goreng, Bandeng Goreng, Bawal Bakar, Cumi Goreng, hingga Lele Goreng.

Tidak hanya menawarkan varian makanan tradisional dengan cita rasa pedas Waroeng Cabe juga menghadirkan 25 macam sambal khas Nusantara di antaranya Sambal Korek, sambal kosek, sambal belut, sambal teri, sambal tahu, sambal tempe, sambal lombok ijo, sambal tomat, hingga sambal terasi. Soal harga tidak perlu khawatir, pasalnya harga yang ditawarkan tidak akan membuat kantong anda jebol yaitu berkisar antara Rp 3-22ribu/porsi.

Tidak heran bila Waroeng Cabe yang beroperasi mulai dari pukul 9 pagi hingga 10 malam ini mampu meraup omset sekitar Rp 5 juta/hari. Bahkan untuk meningkatkan omset, Anita juga menerima pesanan catering dan berbagai acara lainnya.

Investasi. Ada 2 paket investasi yang ditawarkan yaitu Omah Cabe sebesar Rp 2,06 M, dan Waroeng Cabe sebesar Rp 295,5 juta. Dari investasi tersebut calon Mitra akan mendapatkan semua yang diperlukan untuk membuka usaha mulai dari dekorasi hingga peralatan usaha. “Yang membedakan hanya kelengkapan dan jumlah peralatan yang didapatkan, Omah Cabe untuk konsep resto atau rumah makan, sedangkan Waroeng Cabe lebih ke kedai atau cafe,” ujarnya.

Investasi tersebut belum termasuk sewa tempat dan berlaku untuk kontrak kerja sama selama 5 tahun yang dapat diperpanjang dengan biaya yang disepakati sebelumnya. Agar rasa yang dihidangkan sama di setiap gerainya, Anita mewajibkan Mitra membeli semua bahan baku bumbu dari pusat.

Menurut Anita Waroeng Cabe sangat cocok untuk karyawan yang ingin memiliki usaha,pasalnya Mitra akan dibantu mencari dan men-training tenaga kerja. Selain itu meski Mitra tengah sibuk dengan pekerjaan di kantor, namun tetap dapat mengawasi gerai miliknya lewat kamera CCTV dan mengontrol keuangan dengan sistem kasir online.

Mitra juga akan didampingi selama tiga bulan, dan akan diaudit setiap 6 bulan sekali. “Sistem Waroeng Cabe sudah teruji dan dapat berjalan secara auto pilot, sehingga sangat cocok bagi karyawan yang ingin memiliki usaha di tengah kesibukan kantor,” terangnya

       Cepat Balik Modal.Hebatnya, meski modal yang dikeluarkan cukup besar namun target balik modal yang ditargetkan relatif cepat yaitu antara 1-2 tahun. Untuk mencapai target tersebut Mitra paling tidak harus mencapai target omset sebesar 70 juta / bulan. Setelah itu untuk mencapai target tersebut Mitra disarankan membuka gerai di lokasi strategis seperti dekat perumahan, perkantoran, kampus, terminal, hingga foodcourt. “Kita akan survei dulu lokasi yang dianjurkan Mitra agar Mitra tidak salah pilih,” ujar wanita yang hobi memasak ini.

       Kendala dan PromosiSetiap usaha pasti mengalami kendala, begitu juga dengan yang dialami Anita. Menurutnya kendala yang kerap dihadapi selama menjalankan usaha Waroeng Cabe adalah masalah karyawan yang kurang memiliki loyalitas. Untuk itu anita selalu menerapkan pendekatan secara personal terhadap setiap karyawan agar lebih loyal lagi menjalankan pekerjaannya.

Selain itu, kendala dari usaha ini juga terjadi pada bahan baku cabai yang harganya fluktuatif sehingga ia harus banyak menyetok bahan baku agar semua pesanan Mitranya bisa terpenuhi dan tidak mogok lantaran kekurangan bahan baku.

Belajar sb1m yuk