header 728 x 90 3

Usaha Waralaba yang Cocok Jadi Sampingan Karyawan

Usaha Waralaba yang Cocok Jadi Sampingan Karyawan – Maraknya pelaku usaha yang menawarkan kerja sama lewat sistem waralab maupun kemitraan semakin mempermudah mereka yang ingin memiliki usaha, tidak terkecuali yang masih berstatus sebagai karyawan. Bisnis waralaba cocok bagi karyawan yang memang tidak memiliki keahlian di bidang usaha.

Beberapa tahun terakhir jumlah entrepreneur di Indonesia terus mengalami peningkatan, padahal dulu profesi entrepreneur sering dipandang sebelah mata. Namun meski begitu jumlah pengusaha di Indonesia secara keseluruhan baru sekitar 1,65% dari total penduduk Indonesia, masih kalah dari negara tetangga seperti Thailand yang memiliki 3%, Malaysia 5%, dan Singapura 7% dari total penduduk mereka.

Salah satu alasan semakin banyak masyarakat tertarik menjadi seorang entrepreneur adalah jam kerja yang fleksibel. Maka tidak heran bila banyak karyawan yang memimpikan memiliki usaha sendiri agar dapat mengatur jam kerja yang lebih fleksibel, sesuatu yang tidak dapat mereka miliki selama masih terikat dengan perusahaan.

Menurut Ketua Junior Chamber International Chapter, Rudi Perlinggoman Sinurat, selain soal mengatur waktu, banyak karyawan yang terjun ke dunia bisnis lantaran memiliki cukup banyak dana nganggur, di tabung yang bingung harus diinvestasikan di bidang apa. “Banyak dari mereka yang ingin memiliki penghasilan tambahan, namun bingung ingin berinvestasi dibidang apa. Dan melihat jadi entrepreneur itu enak akhirnya banyak yang memutuskan untuk membuka usaha”, ujarnya.


Baca Juga : Sukses Dengan Waralaba Mie Ayam

Waralaba Pilihan Tepat. Rudi menambahkan, bila Anda seorang karyawan yang ingin membuka usaha, maka ada baiknya memilih usaha waralaba. Pasalnya dengan membeli waralaba Anda bisa meminimalisir resiko kegagalan. Selain itu Anda juga tidak perlu memulai usaha dari nol, karena seua proses awal seperti uji coba produk, tes market, dan branding yang tentunya bukan perkara mudah sudah dijalani oleh Pewaralaba (pemilik merek).

Senada denga Rudi, Pengamat Waralaba Makfudin juga menyarankan untuk memilih usaha waralaba bagi karyawan yang ingin memiliki usaha. Menurutnya banyak karyawan yang belum memiliki pengalaman menjalankan usaha dapat mengakibatkan kegagalan. Terlebih di tahun-tahun awal memulai usaha merupakan masa genting bagi sebuah usaha apakah dapat bertahan atau harus gulung tikar. “1-2 tahun awal seorang pengusaha harus all out mengembangkan usahanya, hal tersebut tentu sulit bagi seorang karyawan bila harus membagi waktu dengan pekerjaan di kantor,” ujar Makfudin.

Selain itu Makfudin menyarankan untuk memilih usaha sesuai dengan minat atau hobi masing-masing. Bukan rahasia lagi banyak pelaku usaha yang sukses dari hobinya. “Memilih usaha sesuai dengan hobi kita dapat meningkatkan gairah dan kepercayaan diri dalam menjalani usaha tersebut lantaran sedikit banyak kita menguasai bidang tersebut, dan tentunya akan lebih enjoy dalam menjalankannya,” terangnya.

Namun baik Rudi maupun Makfudin mengatakan faktor utama yang harus dipersiapkan seorang pengusaha yang ingin ingin terjun ke dunia bisnis adalah masalah mental. Sebab banyak yang beranggapan dengan membeli sebuah waralaba maka usaha tersebut sudah pasti sukses, sehingga mereka jadi tidak fokus menjalankan usahanya. “Dalam bisnis waralaba baik Pewaralaba maupun Terwaralaba tetap harus bersama-sama mengembangkan brand mereka, otomatis Terwaralaba tersebut harus ikut terjun langsung ke lapangan atau paling tidak tetap melakukan kontrol terhadap gerainya,” ujar Rudi.

Kuliner Paling Propestif. Ada pameo yang mengatakan bahwa bisnis kuliner tidak ada yang matinya. Selama manusia membutuhkan makanan dan minuman maka usaha kuliner akan tetap dibutuhkan. Tidak heran bila akhirnya banyak para karyawan yang ingin terjun ke dunia usaha memilih untuk membuka bisnis kuliner karena bukan termasuk usaha musiman.

Bila Anda ingin mencoba usaha kuliner berupa cemilan, mungkin waralaba Seblak Raja Pedas dan Sosis Dinamit juga sama-sama mengusung cita rasa pedas yang banyak disukai oleh masyarakat. Bahkan Seblak Raja Pedas menawarkan 5 tingkat kepedasan dengan 16 varian rasa yang sangat di sukai masyarakat seperti Seblak Ceker, Seblak Sayur, Seblak Kebab, Seblak Mie, Seblak Bakso, Seblak Siomay, Seblak Macaroni, dan beberapa varian lainnya.

Namun bila Anda lebih tertarik dengan kuliner (makanan utama) maka bisa melirik waralaba Bigmama Chicken Noodle yang menawarkan mie ayam bebas pengawet yang aman dikonsumsi oleh anak-anak sekalipun, atau Waroeng Cabe yang mengusung konsep atau warung makan tradisional dengan cita rasa pedas dan berbagai pilihan sambal dari seluruh nusantara yang menggugah selera.

Selain makanan, usaha minuman juga sama menjanjikannya. Jika Anda ingin menyasar segmentasi menengah ke bawah maka waralaba Maoomik bisa menjadi pilihan. Maoomik menawarkan minuman susu segar yang dapat di mix dengan berbagai buah segar dengan harga yang sangat terjangkau yaitu antara Rp 5-8 ribu/cup. “Jika di kedai susu perlu bayar puluhan ribu, di sini bisa dapat harga lebih murah dengan rasa yang sama nikmatnya,” ujar Widyayanto, Pewaralaba Maoomik.

Namun jika Anda cukup percaya diri bermain di segmentasi pasar menengah ke atas maka tidak ada salahnya menimbang tawaran waralaba Wake Cup Coffee. Sudah bukan rahasia lagi jika usaha coffee shop semakin menjamur lantaran di masyarakat ngopi sudah menjadi sebuah lifestyle.

Tidak hanya usaha kuliner, usaha di bidang jasa juga sangat cocok bagi karyawan untuk mengisi kesibukan di luar jam kantor. Contohnya adalah salon kecantikan Yolenta dan pangkas rambut Moxie Barbers yang pangsa pasarnya tidak pernah sepi dan bukan merupakan usaha musiman.

Investasi Bervariasi. Dari beberapa brand yang dihimpun Waralaba menunjukkan investasi yang dibutuhkan sangat bervariasi. Maka bagi Anda yang ingin membeli salah satunya disesuaikan dengan kemampuan dan budged yang dimiliki. Bila Anda minim pengalaman dan modal terbatas maka lebih baik memulai dari investasi yang terjangkau seperti penjualan Sabun Herbal dengan pembelian awal mulai dari 280 ribu hingga Rp 5 juta maka Mitra akan mendapat diskon hingga 45% dari harga jual.

Selain itu ada Bigmama Chicken Noodle yang menawarkan paket investasi Rp 1,5 – 5,5 juta. Di luar itu masih ada Maoomik dan DnR Farm yang menawarkan investasi terjangkau yaitu mulai dari Rp 2,5 – 12 juta. Dari investasi tersebut Anda akan mendapatkan semua perlengkapan dan peralatan yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha.

Namun bila Anda memiliki cukup banyak modal maka tidak ada salahnya menimbang tawaran dari Moxie Barbers, Yolenta, Waroeng Cabe, maupun Wake Cup Coffee yang menawarkan investasi mulai dari 18-625 juta. Yang menarik meski modal yang dikeluarkan terbilang besar namun Terwaralaba ditargetkan mampu balik modal paling lama dalam dua tahun saja dengan keuntungan bersih hingga 30% dari omset.

Sistem Pengawasan. Selain budgedm salah satu yang patut dipikirkan oleh karyawan yang hendak membuka usaha adalah masalah pengawasan. Pasalnya mereka tidak mungkin full time mengurus bisnisnya lantaran harus membagi waktu dengan kewajiban pekerjaan di kantor. Dengan sistem pengawasan yang baik maka akan meminimalisir kemungkinan kecurangan yang di lakukan oleh karyawan, dan membuat Terwaralaba (pembeli usaha waralaba) bisa fokus ketika sedang berada di kantor.

Untuk itu ada beberapa metode yang bisa diterapkan seperti misalnya Bigmama Chocken Noodle yang menerapkan penjualan bahan baku per porsi sehingga Terwaralaba mudah dalam menghitung persediaan dan penjualan. Lain dengan Wake Cup Coffee yang menyarankan Terwaralaba menggunakan seorang supervisor yang dapat dipercaya untuk mengelola operasional harian gerai. “Dengan adanya Supervisor maka Terwaralaba tinggal mengontrol keuangannya saja,” ujar Kama Sulaiman, Pewaralaba Wake Cup Coffee.

Sementara itu Moxie Barbers dan Waroeng Cabe menggunakan kamera CCTV untuk mengawasi gerai Terwaralaba. Bahkan Waroeng Cabe menggunakan sistem kasir online sehingga semua pemasukan dan pengeluaran tetap dapat dipantau oleh Terwaralaba meskipun sedang tidak ada di outlet. “Sistem Waroeng Cabe sudah teruji dan dapat berjalan secara auto pilot, sehingga sangat cocok bagi karyawan yang ingin memiliki usaha di tengah kesibukan kantor,” Anita Septianingrum, Pewaralaba Waroeng Cabe.

Namun bagi Anda yang benar-benar sibuk dalam pekerjaan, Seblak Raja Pedas dan Sosis Dinamit menawarkan kerja sama bagi hasil di mana semua operasional akan dijalankan ole Pewaralaba. Terwaralaba akan mendapatkan laporan keuangan setiap bulannya dan bagi hasil sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati.

Usaha Waralaba yang Cocok Jadi Sampingan Karyawan

Usaha Waralaba yang Cocok Jadi Sampingan Karyawan

Yang menarik Seblak Raja Pedas menjamin omset yang didapat Mitra setiap bulan. Bila usaha Mitra tidak bisa mencapai target omset per hari atau di bawah Rp 500 ribu dan merugi di bawah 50% dalam satu bulan maka omset tersebut akan di ganti dengan profit yang didapat dari kedai usaha seblak milik Pewaralaba. “Alhamdulillah sampai saat ini belum ada yang tidak sesuai target omset yang ditetapkan,” ujar Andri Waryadi, Pewaralaba Seblak Raja Pedas.

Startegi Marketing. Pengamatan marketing, Agus W Suhadi mengatakan persaingan di bisnis waralaba saat ini memang relatif cukup ketat, karenannya kualitas pelayanan secara personal kepada pelanggan perlu ditingkatkan dan dihadirkan produk/jasa yang selalu update. “Pelayanan secara personal langsung kepada pelanggan misalnya saja mengucapkan selamat datang, sampai jumpa, atau ucapan selamat pada hari ulang tahun dan hari raya saat pelanggan berkunjung, dapat meningkatkan hubungan baik dan nantinya pelanggan pun akan loyal,” jelas Agus.

Agus juga menambahkan apabila usaha ingin mampu bertahan dan berumur panjang, maka strategi marketing yang dilakukan harus sesuai dengan segmentasi dan pangsa pasar yang akan dilirik. Pasalnya, jika salah langkah dalam memasarkan, dapat dipastikan usaha tersebut akan stagnan dan jalan di tempat. “Sudah pasti hal pertama yang akan dilihat oleh calon pelaku usaha adalah jenis usaha yang di jalan kan segmentasi dan pasar yang akan di lirik serta bagaimana cara memasarkanya jika sudah jelas akan hal tersebut, akan lebih mudah dalam menjalankanya, tinggal kita bagaimana kita menerapkannya strategi marketing-nya,” paparnya.

Baca Juga : USAHA WARALABA SESUAI MINAT

Belajar sb1m yuk