header 728 x 90 3

Sukses Usaha Seblak Dengan Kerja Sama Syariah Bagi Hasil

Sukses Usaha Seblak Dengan Kerja Sama Syariah Bagi Hasil – Usaha seblak adalah pilihan tepat bagi Andri Waryadi. Pasalnya dengan tawaran kerja sama dan berbagai kelebihan yang mulai dari varian rasa yang unik hingga tingkat kepedasan, membuat Seblak Raja Pedas sudah memiliki 39 mitra yang berada di beberapa daerah. Seperti apa usaha yang menawarkan sistem kerja sama syariah dan kemitraan mandiri ini?

Walaupun hanya berbahan baku kerupuk, namun nama Seblak setahun terakhir cukup populer karena diminati masyarakat. Hal tersebut bisa dilihat dari mudahnya menemukan penjaja seblak dengan berbagai kelebihan yang ditawarkan. Salah satunya adalah Andri Waryadi terjun ke usaha seblak 2012.

Kebosanan terhadap rutinitas bekerja, membuat pria yang akrab disapa Andri ini memutuskan untuk berwirausaha. “Saya awalnya buka usaha pusat jajanan dengan 30 menu utama, dan seblak salah satunya. Karena peminat sangat besar, membuat saya tertarik untuk lebih fokus dengan produk ini,” jelas Andri.

Baca Juga : Kisah Pengusaha Rumah makan Mang Kabayan


Memiliki istri yang ahli memasak memuluskan niat Andri berkreasi dengan menghadirkan berbagai macam menu seblak. Selain banyak varian menu yang ditawarkan, Andri juga menawarkan tingkat kepedasan yang berbeda untuk menarik lebih banyak minat konsumen. Tak heran iapun memberi nama usahanya Seblak Raja Pedas. Kita pakai nama Seblak Raja Pedas karena saya lihat banyak orang yang suka pedas. Rasa pedas yang kita tawarkan itu bukan pedas yang biasa, “ terangnya.

Cabai Rawit. Sensasi pedas yang ditawarkan seblak raja pedas menggunakan cabai rawit segar. Cabai rawit itu diolah bersama batangnya membuat kuah Seblak Raja Pedas menjadi kental. Konsumen bisa memiliki 5 tingkat kepedasan, yang dibedakan dari jumlah sendok sambal yang diberikan.

Selain pedas, yang menjadikan Seblak Raja Pedas diminati ialah varian rasa yang sangat banyak. Jika di masyarakat seblak hanya dikenal dengan beberapa varian rasa. Maka Seblak Raja Pedas, konsumen akan menemukan 16 varian seblak yang di olah menjadi beberapa menu. seperti misalnya Seblak Ceker, Seblak Sayur, Seblak Kebab, Seblak Mie, Seblak Bakso, Seblak Siomay, Seblak Macaroni dan beberapa varian lainnya. “Dari beberapa menu itu, Seblak Ceker dan Seblak Kebab paling banyak diminati konsumen, “ungkapnya.

Sukses Usaha Seblak Dengan Kerja Sama Syariah Bagi Hasil

Sukses Usaha Seblak Dengan Kerja Sama Syariah Bagi Hasil

 

Agar konsumen tidak bosan, Andri memiliki strategi meng-update menu Seblak tiap 4 bulan sekali. Untuk menciptakan berbagai menu baru dan unik, Andri memiliki tim khusus yang ditugaskan untuk melihat perkembangan kuliner terbaru yang banyak diminati pasar. Terbaru Seblak Raja Pedas mengeluarkan menu Seblak Otak-otak, Seblak Kwetiaw dan Seblak Siomay. Selain itu, untuk lebih memikat konsumen dan memperkenalkan seblak Raja Pedas ke masyarakat, Andri selalu mengadakan lombamakan Seblak Pedas level 5 tiap bulan. “Bila mereka berhasil maka akan kita kasih free, dan kegiatan ini sudah kita adakan 2 tahun terakhir,” jelasnya.

Cocok bagi Karyawan. Setahun usahanya berjalan atau tepatnya tahun 2013, Andri membuka kesempatan kerja sama kemitraan mandiri sangat coco bagi mereka yang ingin membangun usaha. Dengan investasi Rp 16 juta, Mitra akan mendapatkan booth, peralatan masak, dan berbagai keperluan lainnya. Dalam sistem kemitraan Mandiri,l semua keuntungan untuk mitra. Namun untuk menjaga kualitas rasa, Mitra harus membeli bahan baku bumbu pada pusat. Sementara itu, kontrak kerja sama berlaku 3 tahun yang bisa diperpanjang dengan membayar 70%-80% dari investasi awal.

Sedangkan untuk kemitaan sistem syariah cocok untuk mereka yang sibuk dan ingin memiliki pasif income. Dengan investasi sebesar Rp 19 juta, pihak pusat akan mempersiapkan dan juga menjalankan usaha. Untuk menunjang sistem syariah yang ditawarkan, Andri sudah mempersiapkan sebuah konsep usaha yang sangat detail sehingga Mitra akan tahu semua tentang usahanya per harinya. “Intinya investasi yang ditanamkan akan aman, karena Mitra bisa tahu semuanya bhakan kehilangan satu bumbu pun mereka akan tahu, “terangnya.

Yang menarik dalam sistem kerja sama syariah ini, pihak pusat akan menjamin omset yang di dapat Mitra setiap bulan. Lebih lanjut Andri mengatakan bila usaha Mitra tidak bisa mencapai target omset per hari atau dibawah Rp 500 ribu dan merugi dibawah 50% dalam satu bulan maka omset tersebut akan diganti dengan profit yang didapat dari kedai usaha seblak miliknya.

Alhamdulillah sampai saat ini belum ada yang tidak sesuai target omset yang di tetapkan,” tambahnya. Dengan sistem kerja sama ini, Mitra akan mendapat bagi hasil sebesar 50% dari keuntungan bersih yang di dapat setiap bulan.

Dari pengalaman para Mitra, keuntungan bersih yang di dapat mulai dari Rp 1,5 juta hingga lebih dari Rp 4 juta. Dari keuntungan tersebut rata-rata Mitra diasumsikan bisa balik modal dalam waktu 6 bulan.

Dalam waktu 3 tahun usaha berjalan, Andri telah memiliki 14 cabang milik sendiri, 15 gerai Mitra Mandiri dan 24 gerai Mitra Syariah yang tersebar di jabodetabek dan Bandung ,Jawa Barat.

Andri mengatakan, Seblak Raja Pedas telah mendapat kepercayaan dari pemerintah Tanggerang Selatan sebagai oleh-oleh khas Tangsel yang mengalahkan 150 produk usaha lainnya. Paling tidak pada bulan Januari 2016, Andri sudah mempersiapkan produk seblak Instan yang akan dipasarkan memalui minimarket yang ada disekitar jabodetabek. “Kita akan pasarkan produk di minimarket, bahkan salah satunya sudah memsan 12.000 pcs per 3 hari untuk di pasarkan di jabodetabek,” tambah Andri.

Training dan survei ketat. Kesuksesan Andri membangun usahanya dan sistem kerja sama yang di terapkan tak lepas dari survei tempat dan training yang ketat. Untuk survei sendiri, Andri mempersiapkan tim khusus untuk melakukan survei selama 3 hari baik pagi, siang, sore hingga malam. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui arus orang yang melintas, jauh tidaknya dari pesaing, sehingga semuanya bisa diperhitungkan.

Perlakuan serupa juga dilakukan terhadap training karyawan, untuk mendapatkan karyawan yang sesuai dengan skill yang dibutuhkan karena usaha ini membutuhkan kecepatan dalam mengolah masakan maka training dilakukan selama satu minggu hingga satu bulan. Setelah mendapat pembekalan selama 3 hari dipusat, khusus untuk bagian masak akan 1 minggu akan ditempatkan dilokasi yang sedang, dan 1 minggu akan ditempatkan dilokasi usaha/cabang yang ramai. “ terakhir 1 minggu saya taruh dilokasi sesungguhnya tempat dimana mereka akan ditempatkan,” jelasnya.

Dalam usaha ini Andri tidak mendapatkan kendala berarti,  namun ia masih aga sulit untuk menemukan karyawan dengan kemampuan yang sesuai dengan keinginannya. “Untuk kendala masih di karyawan karena untuk membentuk mereka membutuhkan waktu yang tidak instan, “ tutupnya.

Baca Juga : USAHA WARALABA SESUAI MINAT

Belajar sb1m yuk