header 728 x 90 3

Sukses Mengembangkan Usaha Karpet Rasfur dengan Omset Hingga 500 Juta

Sukses Mengembangkan Usaha Karpet Rasfur dengan Omset Hingga 500 Juta – Memiliki sebuah usaha merupakan idaman banyak orang termasuk mereka yang telah memiliki jabatan tinggi di sebuah perusahaan, salah satunya Tukino. Bosan dengan rutinitas bekerja sebagai Production Manager di perusahaan eksportir, Tukino memutuskan banting setir membuka usaha pembuatan karpet rasfur. Karpet dengan busa/ matras yang dibalut bulu-bulu tebal bermotif menarik memang sedang jadi tren. Lewat jalur keagenan, usaha yang dirintis sejak 2013 ini mampu meraup omset Rp 500 juta/bulan dan telah memiliki pabrik pembuatan karpet di daerah Sukabumi, Jawa Barat. Bagaimana perjalanan usahanya?

Permintaan yang besar terhadap produk karpet sebagai pelengkap ruang tamu maupun kamar tidur menarik minat Tukino untuk terjun ke usaha tersebut. Tepatnya di tahun 2013, Tukino yang awalnya bekerja di perusahaan eksportir dengan jabatan Production manager memutuskan berhenti bekerja dan banting setir menjadi seorang pengusaha.

Baca Juga : Kisah Sukses Adidel Cakes Inovasi Cake In Jar

Produk karpet rasfur yang dikembangkan Tukino memang masih jarang dilirik oleh pelaku usaha lain. Karpet yang terbuat dari kain rasfur atau kain yang biasa digunakan untuk membuat boneka memang sangat cocok dijadikan karpet yang nyaman digunakan. Karpet ini pun dibuat lebih tebal karena menggunakan busa/matras yang nyaman digunakan. Tak heran bila karpet rasfur ini banyak dicari masyarakat. “Permintaanya cukup tinggi, namun pelaku usahanya belum banyak jadi itu menarik saya untuk terjun ke usaha ini,” ungkap pria 37 tahun ini.


Dengan modal sekitar Rp 10 juta, Tukino memulai usaha membeli bahan baku, mesin jahit khusus untuk membuat boneka, dan menggaji tiga orang karyawan. Namun karena kurangnya pengetahuan seputar usaha pembuatan karpet rasfur Tukino banyak menemukan kendala mulai dari pemilihan bahan, isi karpet hingga bahan alas karpet yang baik. “Saya banyak belajar dan cari tahu termasuk bertanya pada konsumen tentang kekurangan produk yang saya buat,” terangnya

Untuk bahan baku, Tukino menggunakan kain rasfur dengan ketinggian bulu 1,5 mm dan busa dengan density sebesar 22-24 yang terdiri dari tiga pilihan ketebalan yaitu 1 cm, 3 cm, 6 cm.

Untuk bagian bawah karpet, Tukino yang awalnya menggunakan lapisan bintik anti slip, menggantinya dengan bahan kulit sintetis yang tidak licin di lantai, tahan air serta tidak lembab walaupun lama dipakai di lantai.

Tak Cuma unggul di bahan, varian motif yang dikeluarkan pun menjadi salah satu nilai jual. Ada dua model yang dibuat yaitu bentuk persegi dengna ukuran 2 × 1,4 meter dan model kepala boneka dengan ukuran yang hampir sama.

Sementara itu modif yang ditawarkan sangat menarik minat dengan motif karakter seperti Frozen, Micky Mouse, Hello Kitty, Minions, Winnie the Pooh, Angry Birds sampai doraemon. Serta motif lain seperti motif bunga, rainbow, kotak-kotak, kulit hewan, polkadot dan beberapa motif lainnya. “Kita juga menerima pesanan membuat motif lain yang diinginkan konsumen.” Tambahnya.

Bicara soal harga, karpet rasfur dijual dengan harga paket mulai dari Rp 700 ribu yang terdiri dari 1 karpet, 1 keset, dan 2 bantal hingga Rp 1,2 juta yang terdiri dari 5 bantal, 1 karpet, 2 bantal kaki, 1 guling, dan 1 keset. Dari kedua paket tersebut, hampir keduanya mendapat respon yang biak dari konsumen tergantung kebutuhannya masing-masing.

Sukses Mengembangkan Usaha Karpet Rasfur dengan Omset Hingga 500 Juta

Sukses Mengembangkan Usaha Karpet Rasfur dengan Omset Hingga 500 Juta

Baru 3 tahun berjalan, namun produk karpet rasfur produksi Tukino sudah bisa menjadi leader di usaha sejenis. Hal tersebut dilihat dari penjualan yang terus meningkat setiap bulannya yang saat ini mencapai 840 pcs karpet dengan omset sekitar Rp 588 juta. Selain itu, untuk menunjang produksi saat ini Tukino sudah memiliki pabrik pembuatan karpet yang berlokasi di sukabumi, Jawa Barat. “Sekarang semua pengerjaan sudah menggunakan mesin pabrik standar pembuatan karpet rasfur, begitu pula dengan bahan yang digunakan kalau dulu saya membelinya secara ecer di kulakan bahan, sekarang saya langsung beli ke pabriknya dalam bentuk roll-an,” ungkap Tukino.

Kesuksesan yang diraih Tukino  saat ini juga tidak lepas dari sistem pemasaran yang dilakukan. Selain menggunakan pemasaran langsung, melalui media online dengan membuat website www.pabrikmatrasboneka.com Tukino juga membuka sistem kerja sama keagenan guna memperluas pemasaran karpetnya.

Syarat untuk menjadi Agen tidak sulit, hanya melakukan pembelian awal sebesar Rp 2 juta untuk agen kecil, Rp 30 juta untuk agen sedang dan Rp 200 juta untuk agen besar. Dengan investasi tersebut semua agen akan mendapat katalog, brosur, daftar harga, serta jumlah karpet yang didapat berdasar nilai investasi yang ditanamkan. “Saat ini jumlah Agen sudah sekitar 50 yang tersebar di seluruh Indonesia,”

Di luar perkembangan Mitra Agen yang sangat pesat, ternyata Tukino pernah mengalami masa sulit dengan sistem pemasaran yang dibuat. Di awal usahanya, sistem keagenan tanpa syarat yang ditetapkan Tukino pernah dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Banyak di antara mereka yang mengatasnamakan Agen Matras Boneka, namun setelah pemesan mentransfer uang pada agen barang yang dipesan tidak pernah dikirimkan.

Waktu itu banyak oknum penipu penjual online yang mengatasnamakan sebagai agen resmi saya padahal mereka hanya memanfaatkan kelemahan sistem yang saya buat untuk melakukan penipuan,” tuturnya. Hal tersebut tidak membuat Tukino patah semangat dan dijadikan sebagai pelajaran untuk memperbaiki diri dan sistem yang ia gunakan

Baca Juga : Lakukan Penawaran Menarik Kunci Sukses Memikat Pasar

Belajar sb1m yuk