header 728 x 90 3

Strategi Mengatasi Utang Bank

Peningkatan omset usaha adalah tolok ukur kemajuan usaha, pengusaha manapun pasti berharap usahanya maju. Pengusaha tak bisa berpangku tangan menunggu pelanggan datang, berharap dengan sendirinya terjadi peningkatan penjualan. Kualitas produk harus ditingkatkan bahkan kalau bisa menciptakan inovasi baru agar produk yang ditawarkan baik jasa maupun barang lebih bervariasi. Semakin beragam produk yang ditawarkan tentunya semakin menarik minat masyarakat luas.

Promosi juga harus semakin gencar agarusaha semakin dikenal orang. Dari mulai memperbaiki penampilan toko, memasang iklan, membeli mesin-mesin peralatan usaha, sampai menambah jumlah pegawai. Ini semuanya tentu membutuhkan alokasi dana dari pemasukan usaha untuk digunakan kembali dalam pengembangan usaha.

Terutama kalau Anda mendapatkan order besar, yang tentunya harus dilayani dengan cepat dan penuh kecermatan. Kesempatan besar yang tentunya tidak boleh ditolak. Melayani pesanan jumlah besar apalagi pemesanannya adalah pihak yang sudah punya nama besar juga. Ini akan memberikan dampak promosi yang luar biasa. Kemungkinan Anda harus membeli mesin-mesin, peralatan usaha, bahan baku, atau bahkan sampai menambah jumlah pegaawai.

Proyek besar di awal usaha terjadi sesekali saat kita belum memiliki cukup cash, sehingga kita membutuhkan tambahan modal untuk membuat pesanannya atau melakukan pekerjaan. Apalagi pembayaran biasanya tidak sekaligus, umumnya kita menerima pembayaran uang muka dulu. Sisa pembayaran dilunasi setelah pekerjaan selesai. Inilah mengapa dibutuhkan penambahan modal ketika modal awal usaha dan cash yang ada tidak mencukupi untuk meningkatkan omset usaha.


Strategi Mengatasi Utang Bank

Strategi Mengatasi Utang Bank

Ketika hendak menggalang permodalan maka sudah saatnya Anda mulai memahami cara bank dan pemodal. Jika Anda berharap pengajuan permodalan berjalan mulus, maka Anda mesti mengetahui kenapa mereka mau meminjamkan uangnya kepada peminjam atau mau memodali suatu usaha. Yang pasti pinjaman harus dikembalikan berikut keuntungannya. Para pemodal juga berharap keuntungan dari modal yang ditanamkan. Pemikiran ini juga tentunya sangat masuk akal dari sisi pengusaha sendiri. Pada dasarnya tak seorangpun terjerat utang, tak mampu mengembalikan pinjaman. Reputasinya sebagai pengusaha akan rusak, tak seorangpun yang ingin berteman dengan orang bermasalah.

Adapun bagi pemberi pinjaman dan pemodal, ada 5 hal yang dipertimbangkan dalam menentuka apakah seorang pengusaha layak diberikan pinjaman/ permodalan atau tidak:

  1. Permodalan sendiri segagai jaminan likuiditas. Berapa jumlah modal sendiri yang saat ini tersedia untuk keperluan operasional usaha dalam jangka pendek. Anda terlebih dahulu harus memiliki jumlah dana minimal untuk berjaga-jaga. Ini bisa dihitung dari asset lancer (kas dan yang setara seperti saldo rekening bank). Pemberi pinjaman akan sangat mempertimbangkan keberadaan modal ini sebagai likuiditas usaha. Sebab tanpa likuiditas atau persediaan cash yang cukup sementara sudah terlanjur mengambil pinjaman, jika terjadi gejolak ekonomi maka pengusaha tentunya akan semakin kesulitan membayar kewajiban.
  2. Reputasi usaha dan pengusahanya juga akan mempengaruhi keputusan calon peminjam memberi pinjaman. Tentunya calon pemodal akan memeriksa bagaimana reputasi Anda di mata supplier atau pelanggan maupun pihak Bank lain jika Anda pernah menjadi nasabahnya. Persiapkan saja beberapa surat referensi dari ketiga pihak tersebut sebagai bukti yang meyakinkan bahwa anda adalah pengusaha potensial
  3. Kondisi ekonomi. Kondisi makro dan mikro tentunya secara langsung maupun tidak langsung akan berdampak kepada kinerja usaha. Misalnya kondisi mikro persaingan usaha antarusaha yang sejenis apakah akan berdampak buruk pada usaha Anda,atau berdampak kecil saja. Jadi Anda harus yakin betul dan mampu meyakinkan pemodal bahwa usaha Anda cukup tangguh dalam kondisi apapun
  4. Kemampuan manajemen usaha. Pada umumnya bank memberikan pinjaman untuk usaha yang sudah berjalan lebih dari dua tahun. Masa tersebut dianggap bahwa usaha sudah cukup stabil pendapatannya dan tim pengelolanya juga sudah kompak. Ini artinya pertimbangan mengenai kemampuan Anda dan tim dalam mengelola usaha juga menjadi faktor yang dianalisis.

Belajar sb1m yuk