header 728 x 90 3

Pentingnya Batas Waktu Pemesanan Bagi Bisnis Anda

Pentingnya Batas Waktu Pemesanan Bagi Bisnis Anda – Kerap terjadi transaksi yang tersendat begitu lama akibat pihak penjual harus menunggu kepastian dari pembeli. Satu kasusnya semacam ini; ada satu stok produk yang ditawarkan dalam sebuah promosi Facebook. Lalu, seseorang melakukan pemesanan pada produk tersebut. Otomatis produk itu sudah terpesan dan baru tersedia kembali jika pemesan pertama tadi membatalkannya. Namun selama berhari-hati, tidak ada kabar dari pemesan tersebut. Bahkan ketika penjual menanyakannya untuk konfirmasi, tidak ada tanggapan yang jelas.

Pentingnya Batas Waktu Pemesanan Bagi Bisnis Anda

Pentingnya Batas Waktu Pemesanan Bagi Bisnis Anda

Alhasil, produk itu pun terbengkalai. Situasi akan semakin runyam jika ternyata ada calon pembeli lain yang mengantri untuk mendapatkan produk tersebut. Hal itu akan menyudutkan penjual sebagai pihak yang punya produk. Di satu sisi, ia tak bisa membatalkan karena tak ada konfirmasi dari pemesan pertama, di sisi lain, ada orang yang sedang menunggu dan bahkan kemungkinan akan langsung membayarnya.

Situasi tersebut kerap terjadi pada dunia Facebook sebagai sarana transaksi online. Memang bisa saja pihak penjual membatalkannya. Namun jika tak ada konfirmasi dari pemesan pertama, ada kemungkinan jika pemesan tersebut kelak melakukan komplain. Akibatnya adalah reputasi dari pihak penjual itu yang dipertaruhkan. Oleh sebab itu, sebagai pihak penjual, Anda wajib menerapkan sistem batas waktu pemesanan untuk setiap produk yang sedang Anda tawarkan. Bagaimanakah caranya?

Bisa dengan menjelaskan informasi aturan mengenai pemesanan produk. Jika sebuah produk sudah dipesan, maka sebaiknya ada batas waktu untuk pemesanan tersebut sampai akhirnya dibayar. Istilahnya adalah Hold. Jika produk di-Hold lebih dari waktu yang Anda tentukan, otomatis status produk itu kembali bebas alias bisa dipesan oleh orang lain. Dengan memberikan informasi mengenai aturan tersebut, Anda bisa mengantisipasi risiko komplain dari pihak pemesan yang entah dengan sengaja atau tidak membiarkan pemesanannya terbengkalai.


Bagaimana jika sebuah produk menjadi “rebutan” dari beberapa orang? Sementara itu, stoknya pun cuma satu. Solusinya tetap mengandalkan sistem siapa yang duluan, maka ia yang berhak. Dengan cara tersebut, Anda pun bisa memberikan kenyamanan kepada setiap konsumen karena ada praktik keadilan di situ.

Batasan waktu pemesanan juga akan menjamin kenyamanan bagi Anda sebagai pihak penjual. Dengan adanya waktu tertentu yang ditetapkan, produk pun bisa dijual dengan lebih lancar. Masalahnya, bagaimana jika seandainya ada banyak produk yang sedang di-hold dan semuanya tak ada kejelasan kabar? Kerugian tentu saja ditanggung oleh pihak penjual. Padahal, bisnis berjualan adalah praktik di mana setiap produk bisa dijual secepat-cepatnya.

Tapi Anda harus memberikan penjelasan dari informasi aturan itu dengan tepat. Berikan keterangan kepada calon pembeli yang melakukan pemesanan. Namun hal ini pun masih bisa fleksibel misalnya jika pemesan sedang dalam situasi tertentu yang tidak memungkinkan untuk segera melakukan pembayaran. Intinya adalah melakukan proses komunikasi yang positif antara pihak penjual dan pembeli.

Sebagai pihak penjual, Anda pun wajib memahami konsekuensi dari aturan tersebut. Yaitu dengan selalu mencatat dan mengevaluasi hasil transaksi selama ini. Melakukan rekap ulang, mencatat produk apa saja yang telah keluar, dan selalu memperbarui data di katalog produk. Cara tersebut memang lebih mudah dan terkesan bisa dilakukan kapan saja jika baru saja merintis bisnis. Namun jika jumlah konsumennya sudah banyak, Anda harus selalu siap dengan risiko kinerja yang lebih dinamis dan menuntut kecermatan selama mengoperasikan media sosial yang sedang digunakan untuk promosi dan pemasaran produk.

Belajar sb1m yuk