header 728 x 90 3

Omset Ratusan juta dari Snack Kampung

Omset Ratusan juta dari Snack Kampung – Mungkin kita tidak asing lagi dengan berbagai camilan tradisional seperti kue bawang, akar kelapa, keripik singkong dan lain sebagainya. Ya, di tangan Rafles Ma’as Berbagai camilan yang hanya laris saat lebaran ini bisa menjadi camilan yang banyak dicari tiap hari. Hal tersebut tidak lepas dari kreativitas rasa dan kemasan modern yang ditampilkan. Seperti apa usaha camilan beromset ratusan juta per bulan ini?

Bagi Rafles Ma’as sukses menjalankan usaha camilan dengan omset ratusan juta per bulan tidak terbayangkan sebelumnya. Mengingat produk yang dijual bukanlah produk yang wah serta sudah banyak pelaku usaha lain yang menjalaninya.

Namun dengan berbagai kelebihan yang ditawarkan mulai dari rasa serta kreativitas dalam pengemasan membuat berbagai camilan tradisional yang dijualnya bisa bersaing bahkan unggul dari camilan modern yang ada saat ini.

Baca Juga : Cemilan Khas Timur Tengah Dengan Keuntungan Berlimpah


Usaha yang dijalankan pria yang akrab disapa Rafles sejak tahun 2008 muncul akibat kejenuhannya dalam rutinitas pekerjaan sebagai karyawan di Percetakan Negara. Di sisi lain, keahliannya dalam membuat berbagai camilan yang kerap dilakukannya menjelang hari raya menjadi modal utamanya. “Saya setiap lebaran selalu membuat berbagai camilan mulai dari kue bawang, akar kelapa dan lain sebagainya untuk disuguhkan,” jelas Rafles.

Modal yang dikelurakan Rafles dalam memulai usahanya tidak besar, dengan uang Rp 100 ribu yang digunakan untuk membeli berbagai bahan baku sebanyak 2 kg. Walau modal yang dikeluarkan seadanya, namun dengan kualitas dan kreativitas dalam rasa yang dilakukan membuat camilan tradisional dengan merek Bu Anas (panggilan istrinya) mendapatkan respon yang baik dari para konsumen.

Omset Ratusan juta dari Snack Kampung

Omset Ratusan juta dari Snack Kampung

Produk camilan Bu Anas kebanyakan berbentuk keripik maupun kue kering yang enak disantap untuk mengisi waktu santai. Beberapa di antaranya seperti kue bawang yang merupakan produk perdana dan menjadi primadona, kue Akar kelapa yang merupakan kue khas betawi dengan rasa yang manis dan gurih dan beraroma kelapa yang khas, smile cake, pastel abon dan berbagai jenis camilan lainnya

Semua produk camilan Bu Anas dijual dengan harga bervariasi mulai dari Rp 15 ribu sampai 20 ribu per bungkus dengan berat antara 200-300 gram. Dengan menggunakan bahan baku berkualitas, tanpa pengawet serta dibuat dengan proses yang higenis membuat camilan Bu Anas memiliki daya tahan yang cukup lama sekitar 4 bulan. “ Kita juga sudah terdaftar di DINKES RI sehingga bisa dipastikan produk kita aman dikonsumsi,” tambahnya.

Untuk lebih memberikan daya tarik dan keamanan produk yang dijual, Rafles mencoba mengemas produknya sehingga terlihat lebih modern. Untuk mengemasnya, ia menggunakan plastik tebal berkualitas yang direkatkan dengan mesin sealer sehingga kemasan bisa melindungi camilan dari udara luar yang bisa mempengaruhi rasa serta daya tahannya. Dengan berbagai kelebihan yang ditawarkan terutama dalam hal rasa, tidak heran bila rafles bisa menjual 300-500 pcs camilan setiap harinya dengan omset mencapai ratusan juga per bulan. “Omset ratusan juta sudah bisa diraih sejak usaha berjalan 2 tahun, “ujarnya

Di tengah kesuksesan yang diraih, ternyata Rafles pernah mengalami situasi sulit hingga ia harus merugi ratusan juta. Kejadian itu bermula ketika ia mendapatkan pesanan camilan dengan jumlah yang sangat besar hingga ratusan juta. Namun si pemesan membayarnya dengan cek kosong yang tidak bisa dicairkan. “Kejadian itu membuat saya lemas dan sudah tidak bergairah dalam menjalankan usaha, “tambahnya.Namun berkat kesabaran serta ketekunannya beribadah, Rafles kembali bangkit untuk menjalankan usahanya.

Berbagai rintangan yang dihadapi membuat pria yang pernah gagal dalam pemilihan Anggota DPRD DKI 2004 ini kuat untuk terus bertahan dan berkembang. Hasilnya saat ini Rafles telah memiliki rumah produksi untuk mencukupi kebutuhan pemasaran yang dibantu oleh 9 orang karyawan

Selain memasarkan secara langsung, ternyata Rafles juga menggunakan sistem titip jual ke warung dan koperasi yang berada di sekitar Jakarta. Tercatat hingga saat ini sudah 300 warung kelontong dan 75 koperasi yang menjadi tempat untuk memasarkan produk camilan Bu Anas ini. Di luar itu, Rafles juga memasarkannya melalui sistem kerja sama dalam bentuk Reseller dengan minimal pembelian 10 bungkus untuk berbagai jenis camilan maka reseller akan mendapatkan potongan harga sebesar 20 %

Baca Juga : Kerjasama Usaha Sosis Bakar dan Frezeer Point Dengan Investasi Rp 3 jutaan

Belajar sb1m yuk