header 728 x 90 3

Omset Puluhan Juta dari Sayur dan Lauk Instan Murah

Tidak salah konsep bisnis Darling Mang Uje yang diikutsertakan dalam ajang business plan salah satu perusahaan suplemen menyabet juara satu tingkat nasional. Dengan menawarkan berbagai jenis sayur dan lauk instan, Dapur Keliling Mang Uje merupakan bisnis yang unik dan memiliki pangsa pasar yang luas. Tak heran permintaan konsumen terus meningkat. Meski usaha baru berjalan satu tahun, Bashor mampu meraih omset puluhan juta tiap tahun. Seperti apa usaha yang satu ini?

Ide kreatif dalam sebuat usaha akan memberikan dampak positif bagi yang berani merealisasikannya. Hal tersebut telah dibuktikan Arif Basyaruddn dengan usaha Dapur Keliling Mang Uje (Darling Mang Uje). Usaha yang awalnya hanya sebuah konsep bisnis yang dibuat Bashor memang memiliki keunikan tersendiri. Karena itu tak salah , jika konsep bisnis yang diikutsertakan pada lomba business plan yang digelar Hemaviton Pemburu Peluang 2 di tahun 2013 ini mendapatkan juara 1 tingkat Nasional yang mengalahkan 200.000 business plan lainnya.

Tidak mau hanya sekedar menjadi sebuah konsep, dan melihat peluang yang besar di usaha kuliner, menarik Bashor memberanikan diri untuk mewujudkan usaha tersebut di awal tahun 2014. Dengan modal sekitar Rp 5 juta, Bashor memulai usaha dengan membeli berbagai jenis sayur lauk instan dan melakukan uji coba resep masakan yang pas. “Saya dibantu istri, Yuniah Eka Rachmani, yang pintar masak. Uji coba resep sekirat 2 bulan hingga didapat racikan bumbu dan sayur yang pas untuk dipasarkan,” ujar Bashor.

Baca Juga : Kisah Sukses iCook Omset Puluhan Juta dalam Sebulan


Di luar dugaan, Darling Mang Uje yang menjual sayuran dan lauk isntan siap masak mendapatkan respon bagus dari masyarakat. Hal tersebut tidak lepas dari banyaknya ibu yang bekerja memesan sayur dan lauk instan siap maasak yang praktis dimasak, tanpa perlu repot ke pasar dan mencari resep yang pas. Tak heran konsep bisnis yang diminati pasangan muda yang sibuk bekerja

Sayur dan Lauk Instan. Ada 21 jenis sayur dan 14 men lauk pauk yang ditawarkan Darling Mang Uje diantaranya,Sayur Bening Bayam Jamur, Sayur Asam Kacang Merah, Sup Jamur Pedas, Sup Sosis Kembang Kol, Sayur Asam Kuah Kuning, Sayur Bening Oong Kacang, Sup Makaroni Kacang Merah, Tumis Sawi Putih Jagung Manis, Capcay Spesial, Cah Kangkung Jagung Manis, Oseng Bihun Spesial, Capcay Jamur Ikan Teri, Tumis Kacang Panjang Teri, Oseng Mie Spesial, Sayur Pecel Spesial, Urap Sayur Spesial, Ketoprak Spesial, Lotek Spesial Hingga Bakso Spesial,

Sedangkan untuk lauknya diantaranya Tempe Goreng Sambal Gosrek, Tempe Penyet Sambal Tomat, Tempe Bacem Spesial, Tahu Bacem Spesial, Tahu Isi Sohun Gurih, Opor Telur Pedas, Telur Puyuh Bumbu Kacang, Ceker Goreng Bumbu Lengkuas, Ati Ampela Bumbu Semur, Ayam Goreng Gurih, Opor Ayam Bumbu Jinten, Nila Goreng Sambap Petai, Lele Goreng Lengkuas, Dan Pecel Lele Lamongan.

Disamping itu Darling Mang Uje juga Menyediakan lauk yang sudah siap makan yaitu seperti Kering Tempe, Kering Kentang, Aneka Abon, Aneka Peyek, Aneka Kerupuk, Serundeng dan Beras Organik.

Omset Puluhan Juta dari Sayur dan Lauk Instan Murah

Omset Puluhan Juta dari Sayur dan Lauk Instan Murah

Dalam satu bungkus produk Darling Mang Uje, konsumen sudah bisa mendapatkan berbagai racikan sayur dan lauk lengkap dengan bumbu dan resep cara memasak. Harga sayur instan Darling Mang Uje berkisar Rp5 ribu hingga Ro 10 ribu untuk 4 porsi, sedangkan untuk lauk berkisar Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu untuk 4 porsi.

Diakui Bashor, produk sayur dan lauk instan Darling Mang Uje bisa bertahan hingga 3 hari jika disimpan dalam kulkas. Dengan berbagai kelebihan yang dimiliki, tak heran bila dari awal Darling Mang Uje tidak pernah sepi dari pesanan. Dari bulan pertama hingga bulan ke-3 saja rata-rata penjualan Darling Mang Uje sekitar 50 paket sayur per hari sehingga omset yang didapatkan bisa mencapai puluhan juta rupiah per bulannya. “Besarnya permintaan karena semakin banyak pasangan suami istri yang sbuk bekerja sehingga lebih praktis memilih membeli sayur dan lauk isntan siap masak Darling Mang Uje,” ujar Bashor.

Satu Mitra Tiap Kecamatan. Walau usaha masih seumur jagung, namun dengan banyaknya permintaan sayur dan lauk isntan dari berbagai daerah, Bashor mencoba menawarkan kerja sama usaha Darling Mang Ue pada September 2015. Dengan investasi Rp 5 juta, Mitra sudah bisa menjalankan usaha sayur instan di daerahnya. “ Untuk satu Mitra kita batasi satu kecamatan yang akan memiliki peluang pasar sekitar 50 ribu orang,” tambah pria asli Banjarnegara ini.

Dengan investasi tersebut Mitra sudah mendapatkan berbagai peralatan pendukung usaha mulai dari aplikasi computer Mang Uje, resep rahasia menu-menu Mang Uje, modul produksi Mang Uje, modul pemasaran Mang Uje, 4000 label kemasan (merek dagang Mang Uje), 1000 brosur, Banner, tas pos, jaket, dan helm Mang Uje, sealer, hingga 2kg bumbu rahasia. “Untuk saat ini kita tidak ada royalty fee, dan Mitra kita baru ada satu di Purwokerto, Jawa Tengah,” ungkap pria yang hobi membaca ini.

Keliling Sebar Brosur. Karena merupakan usaha baru dan belum banyak dikenal masyarakat, Bashor mengaku perjuangan dalam usahanya sangat terasa di awal usaha. Walaupun usaha ini bukan usaha pertamanya karena hingga saat ini Bashor masih menjalankan usaha perikanan air tawar, namun dalam memasarkan Darling Mang Uje, Bashor harus turun tangan langsung.

Pria kelahiran 12 Desember 1975 ini harus berkeliling dari satu perumahan ke perumahan lain, dari satu instansi ke instansi sambal menyebarkan brosur. “Cara tersebut membuahkan hasil sehingga banyak konsumen yang memesan baik melalui BBM, WhatsApp atau Twitter,” ungkapnya.

Sedangkan untuk kendala usaha, Bashor mengaku masih terkendala dalam hal harga bahan baku yang tidak stabil. Karena itu dalam menjalankan usaha ini ia berharap kestabilan harga dan ketersediaan bahan baku sehingga bisa memberikan harga yang kompetitif kepada para konsumen.

Kesuksesan Bashor dalam merintis usahanya tidak lepas dari prinsip usaha yang dijalankan hingga saat ini. Selain senantiasa berfikir positif, Bashor juga harus lebih kreatif dan inovatif serta selalu memiliki semangat pantang menyerah untuk terus mengembangkan usahanya sehingga selalu menjadi pilihan masyarakat untuk produk sayur dan lauk instan.

Baca Juga : Bisnis Kue Kering Selalu Menjadi Peluang Usaha Sampingan Rumahan

Belajar sb1m yuk