header 728 x 90 3

Strategi Pemasaran Usaha Melalui Media Sosial Mengantarnya Menjadi Jutawan

Strategi Pemasaran Usaha Melalui Media Sosial Mengantarnya Menjadi Jutawan-Berlakon sebagai seorang pebisnis sebenarnya sudah lama dijalankan Atik, bahkan jauh sebelum ia mengemban tugas sebagai seorang istri sekaligus ibu. Wanita muda dengan 4 orang anak ini bahkan, sudah gigih berjualan sejak dirinya masih berstatus sebagai mahasiswi di Universitas Negeri Surabaya, Jawa Timur.

 

Himpitan Ekonomi.Kegigihan Atik dalam berbisnis kian bergemuruh setelah dirinya dipinang Encep Wahyudi sebagai istri. Karena diawal perkawinan, Atik dan suami harus menelan pil pahit. Sebab usaha optik yang dijalani Encep di Bandung-Jawa Barat megalami kebangkrutan. Padahal, kala itu, wanita asal Surabaya-Jawa Timur ini masih berstatus sebagai mahasiswi semester akhir dan tengah mengandung anak pertama.

Tak ingin menggantungkan nasib kepada orangtua, dan keinginan yang kuat untuk keluar dari himpitan ekonomi, Atik tak segan-segan membantu sang suami berjualan apa saja yang menurutnya bisa menghasilkan rezeki yang halal. Beruntung, di tahun 2007 ayah Atik yang menjabat sebagai  pegawai negeri sipil (PNS)  golongan IV, memberikan modal secara cuma-cuma kepada Atik dan Encep, sebesar Rp 10 juta. Dana itulah yang kemudian dijadikan sebagai modal membuka usaha warung internet (warnet) di Bandung-Jawa Barat, kota kelahiran sang suami.

Setelah menikah saya memang memutuskan untuk ikut suami yang stay di Bandung. Tapi masih bolak-balik Surabaya untuk menyelesaikan skripsi hingga wisuda, terang Atik.


Kerap mengotak-atik internet, membuat Atik semakin akrab dengan dunia maya. Tak sekedar berselancar di media sosial, Atik juga memanfaatkan internet untuk mengasah ilmu mengenai online shop. Sebuah media bisnis yang menurut Atik tidak banyak menguras biaya. Hingga akhirnya pada pertengahan tahun 2007, Atik memberanikan diri untuk terjun langsung sebagai pengusaha bisnis online.

Mulai terlintas untuk menjalankan bisnis online shop ini saat kakak saya yang tinggal di Jepang minta dibelikan baju gamis dan jilbab untuk kemudian saya kirim kesana. Karena cukup sering belanja pakaian dan kebetulan saya juga lulusan Tata Busana yang cukup melek fashion, akhirnya adik saya menyarankan untuk buka bisnis online pakaian, tapi hanya sebagai reseller atau mencarikan baju untuk orang-orang di luar pulau Jawa yang berminat, tutur Atik .

Bisnis Musiman.Melihat potensi pasar di dunia maya yang cukup tinggi, terbersit ide dalam benak Atik untuk menambah item penjualan. Ia pun mulai merambah dunia kuliner,  dengan membuat Cookies homemade hingga oleh-oleh khas Bandung. Namun lagi-lagi ia hanya sebagai pemasar dan bukan produsen.

Meski busana dan cookies  yang ditawarkan Atik cukup diminati pelanggan, namun ia menilai keduanya termasuk varian bisnis musiman, karena biasanya hanya ramai saat menjelang hari raya lebaran saja. Atik pun terus berupaya agar online shop yang ia jalani dapat mendatangkan income setiap harinya, tanpa tergantung pada event tertentu.

Karena memiliki kakak ipar yang cukup mahir membuat kuliner khas Bandung berupa Ulen, yakni ketan kukus yang ditumbuk lalu dibalut tepung panir dan digoreng hingga kering. Maka pada bulan November 2013, Atik jadi terobsesi untuk memasarkannya. Tak ingin sekedar memasarkan, Atik juga memutuskan untuk belajar membuat Ulen  yang enak. Ia bahkan mencoba mengkreasikannya dengan beragam isian supaya lebih diminati pasar.

Belajar membuat Ulen aneka isi langsung dari ahlinya, yakni Neni Sumarni, yang tak lain adalah kakak ipar Atik, membuat wanita berhijab ini tak butuh waktu banyak untuk lihai membuat sekaligus menciptakan Ulen aneka isi layak jual.

Cuma satu hari belajar, saya sudah bisa bikin Ulen sendiri. Karena kebetulan teh Neni sudah lama berjualan Ulen secara offline kepada teman dan tetangga sekitar rumah, maka formula resepnya sudah paten. Teh Neni juga yang membantu saya memproduksi Ulen hingga saat ini, tambahnya.

Bukan itu saja, Atik juga harus menciptakan terobosan baru dengan menjual Ulen dalam keadaan beku agar bisa tahan lama  dan dapat diantar ke berbagai daerah. Karena jualannya via online otomatis produk yang saya buat harus awet dan fresh saat disantap konsumen. Ulen pun dikemas dalam keadaan mentah, dan digoreng sendiri oleh konsumen saat mereka ingin menikmatinya, papar Atik.

Modal Kecil. Untuk membangun bisnis rumahan yang Atik beri label Adzra Catering, Cookies & Bakery ini, ia mengelontorkan modal awal yang relative kecil, hanya sekitar 5 jutaan. Modal tersebut bukan hanya digunakan untuk membeli bahan baku dan peralatan untuk membuat Ulen, tapi juga untuk memasok komoditi lain seperti oleh-oleh khas Bandung yang Atik beli dari produsen lalu dikemas dengan menggunakan brand Adzra Catering, Cookies & Bakery.

Sebenarnya kalau hanya menawarkan satu varian menu seperti Ulen, modal yang saya butuhkan tidak terlalu besar. Apalagi dalam bisnis online tidak banyak pengeluaran. Dan karena konsumen bayar di muka, maka kita tidak perlu mengeluarkan dana pribadi untuk modal membeli bahan, gunakan saja uang pembayaran tersebut, imbuhnya.

Ditiru Pesaing. Ketika melempar Ulen kreasinya ke pasaran secara online, Atik langsung mendapat respon positif. Terutama dari masyarakat sunda yang kangen dan penasaran dengan jajanan klasik khas tempo dulu ini.

Tingginya antusias masyarakat akan Ulen racikan Atik, membuat para pesaing iri dan nekad meniru, bahkan memberikan harga yang lebih murah. Namun, karena kualitas rasa yang ditawarkan Atik lebih terjamin enak, maka  dengan sendirinya para pesaing itu berguguran. Saya menang dari segi bahan baku karena menggunakan asli beras ketan tanpa campuran beras biasa atau lainnya, ujar Atik.

Bukan itu saja, demi menarik minat konsumen dan mempertahankan loyalitas mereka, Atik tak segan-segan memberikan bonus, yakni beli 10 pack gratis 1 pack Ulen bagi konsumen diluar kota Bandung, bonus ditambah denagn menggratiskan ongkos kirim.

Agar bisnis online yang dijalankan kian berkembang, Atik juga membuka sistem reseller untuk tiap item produk yang ditawarkan. Khusus untuk reseller Ulen Aneka Isi, reseller harus membeli minimal 20 pack saat order perdana, selanjutnya cukup memesan minimal 10 pack Ulen Aneka Isi.

Aneka Kuliner. Seperti brand yang diusung, Adzra Catering, Cookies & Bakery memang menawarkan aneka item kuliner. Dengan menu utamanya adalah Ulen, Kue Kering, Roti dan Aneka Bolu yang saat ini telah diproduksi sendiri di dapur Adzra Catering, Cookies & Bakery, di kawasan Jl. Akipadma, Bandung, yang tak lain adalah tempat tinggal Atik.

Kami juga menjual menu lain seperti aneka keripik dan Sale Pisang. Tapi dipasok dari produsen oleh-oleh khas Bandung yang kemudian kami kemas ulang, tambahnya.

Untuk Ulen yang merupakan produk utama Atik saat ini, ada tiga varian isi yang bisa dipilih. Yakni Ulen Isi Keju, Ulen Isi Ayam dan Ulen Isi Oncom Pedas. Ulen buatan Atik dikemas per pack dengan harga Rp 40 ribu/pack untuk Ulen Campur berisi 3 Ulen Isi Keju, 4 Ulen Isi Ayam dan 3 Ulen Isi Oncom Pedas, serta Rp 45 ribu/pack untuk tiap satu varian isi yang berbeda.

Selain menggunakan beras ketan murni tanpa campuran dengan kualitas terbaik, keistimewaan Ulen produksi Atik ada pada citarasa gurihnya yang terasa alami, karena dibuat tanpa tambahan monosodium glutamate (MSG). Atik hanya menambahkan kelapa muda parut kedalam adonan ketan kukus untuk menghasilkan efek gurih yang light.

Kalau mau tekan cost beras ketan juga bisa dicampur dengan beras biasa. Tapi tentu kualitas rasanya akan jauh berbeda. Karena itu saya konsisten untuk 100% menggunakan beras ketan murni, tegas Atik.

Pembuatan Ulen. Pada dasarnya,  Ulen aneka isi yang ditawarkan Atik mirip dengan Lemper. Hanya saja teksturnya lebih halus karena sebelum diisi ketan ditumbuk hingga lembut. Bisa dibilang, Ulen sama dengan Uli tapi dibalut tepung roti lalu digoreng, tambahnya.

Untuk membuat Ulen aneka isi, langkah pertama adalah mencuci beras ketan di bawah air mengalir seperti mencuci beras saat akan menanak nasi. Beras ketan kemudian direndam selama 2 jam agar mudah lunak ketika dimasak. Selanjutnya beras ketan dikukus hingga setengah matang. Lalu dituang kedalam air yang telah dididihkan. Campuran beras ketan dan air lalu diaduk rata dan ditutup rapat hingga air habis tanpa perlu dipanaskan lagi di atas api. Selanjutnya ketan aron ditambahkan kelapa parut dan garam, lalu dikukus hingga matang.

Selagi panas ketan kukus ditumbuk hingga lembut menggunakan alu atau penumbuk kayu yang telah dialasi plastik. Setelah itu, kurang lebih 2 sdm adonan ketan diambil lalu dipipihkan di atas telapak tangan yang telah dialasi sarung tangan plastik dan dilumuri sedikit minyak goreng agar tidak lengket. Kemudian ditambahkan bahan isian berupa parutan keju cheddar. tumisan ayam atau tumisan oncom, lalu dirapatkan sambil dipulung hingga berbentuk lonjong seperti Combro.

Langkah selanjutnya, adonan ulen digulingkan di atas tepung roti hingga merata. Supaya tidak mudah rusak Ulen aneka isi segera dikemas menggunakan plastik mika, lalu divakum. Kemudian disimpan dalam feezer hingga membeku.

Setelah dibekukan, Ulen aneka isi yang kami buat bisa bertahan selama 2 hari dalam suhu ruang. Jadi, hingga saat ini saya belum berani menerima pesanan ke luar kota yang masa pengirimannya memakan waktu lebih dari 2 hari, katanya.

Jutawan Muda. Lewat bisnis online yang dijalankan, tiap bulannya Atik selalu disambangi pundi-pundi rupiah. Dari penjualan Ulen Aneka Isi saja, tiap bulan ia bisa mengantongi omset hingga Rp 63 juta. Jika dikalkulasikan dengan produk Adzra Catering, Cookies & Bakery lainnya, maka pendapatan Atik melonjak tajam hingga Rp 100 juta per bulan. Keuntungan bersih yang dikeruk Atik bisa mencapai 20% atau sekitar Rp 20 juta per bulan.

Prestasi tersebut tentu mengantar Atik menjadi seorang jutawan muda yang handal dan gigih menjalankan bisnis secara online. Dari keuntungan yang didapat, kini Atik telah memiliki satu kedai Ramen di Bandung, Jawa Barat dengan nama Kedai Ramen Nagha.

Supaya pendapatan yang saya terima tidak hanya habis untuk makan dan memenuhi kebutuhan lainnya, saya putar lagi untuk ekspansi usaha berbasis kuliner yang memang lebih mudah dikembangkan, ujar Atik.

Kunci Sukses. Kesulitan hidup yang pernah dialami Atik ternyata cukup menempanya menjadi pengusaha bermental tangguh. Atik bahkan tidak pernah takut menghadapi persaingan dalam menjalankan bisnis online shop.

Buat saya, dalam hidup itu pasti ada warna-warninya, ada masa-masa dimana kita harus bersusah-susah dahulu untuk akhirnya mencapai kesuksesan. Untuk itu tidak pernah menyerah adalah kunci sukses saya dalam menjalani bisnis, baik online maupun offline, tutup Atik.

 

 

 

Belajar sb1m yuk