header 728 x 90 3

Kisah Sukses Resto Bebek Royal

Kisah Sukses Resto Bebek Royal – Menghadirkan sajian yang berbeda di tengah melejitnya bisnis kuliner, membawa Audrey Aishiya Vitriadevi sukses membangun bisnis resto bebek di kawasan Tanggerang, Banten. Dengan mengandalkan daging bebek yang empuk, guris dan tidak amis serta berbagai varian menu bebek yang unik membuat Resto Bebek Royal itu mampu balik modal dan membuka cabang dalam waktu dua tahun usaha berjalan. Bagaimana Audrey cepat meraih sukses dalam waktu singkat?

Memiliki hobi wisata kuliner bersama suami tercinta mendorong Audrey Aishiya Vitriadevi terjun membuka bisnis kuliner. Hal tersebut diperkuat dengan kebosanannya bekerja hingga keinginan kuatnya membuka lapangan kerja bagi banyak orang. Melihat masih belum banyaknya pelaku usaha kuliner bebek di sekitar rumahnya, Audrey memutuskan membuka usaha kuliner bebek yang diberi nama Resto Bebek Royal.

Dalam membangun usahanya, wanita yang pernah bekerja sebagai Corporate Communication Assistant ini mempersiapkan konsep bisnis yang sangat matang. Salah satunya, mengubah stigma daging bebek yang alot dan amis. Untuk hal yang satu ini, Audrey perlu waktu 3-6 bulan hingga didapatkan bebek dengan tekstur daging empuk, gurih dan tidak amis. Dengan bermodalkan uang Rp 40 juta, Audrey mulai usahanya di Kompleks Taman Royal, Tanggerang. Modal tersebut digunakan untuk sewa tempat, membeli peralatan, hingga bahan baku. Tepatnya 22 Juni 2009, Resto Bebek Royal itu pun berdiri.

Mengandalkan 7 menu utama yang unik dan belum ditawarkan pelaku usaha lain seperti Bebek Goreng Basah, Bebek Goreng Kering, Bebek Gertak Sambal, Bebek Bakar, Bebek Kremes, Bebek Cabai Hijau hingga Bebek Penyet menjadikan Resto Bebek Royal salah satu resto bebek yang wajib dikunjungi masyarakat penikmat bebek di kawasan Tangerang.


Baca Juga : PELUANG USAHA TERNAK BEBEK PETELUR DAN PEDAGING

Bagusnya respons masyarakat penikmat bebek, membuat omset yang diperoleh melebihi target yang ditentukan. Tak heran Resto Bebek Royal bisa balik modal dalam waktu enam bulan. Bukan hanya itu kurang dari dua tahun usaha berjalan, Audrey membuka cabang Bebek Royal dan merekrut lebih banyak karyawan. “Alhamdulillah saat ini sudah berkembang, selain telah memiliki cabang, karyawan yang awalnya 4 sekarang sudah ada sekitar 30 orang,” ujarnya.

Sejalan dengan keinginannya membangun bisnsi kuliner yang berbeda, selain menawarkan 7 menu utama, saat ini Bebek Royal sudah memiliki 15 varian menu bebek unik dan pastinya penggugah selera. Mulai dari Bubur Bebek sebagai menu sarapan, Bebek Rica-Rica, Soto Bebek, Sate Bebek, Bebek Gertak Sambal hingga menu terbaru yaitu Nasi Bakar Bebek.

Kisah Sukses Resto Bebek Royal

Kisah Sukses Resto Bebek Royal

Dalam menu terbarunya, Audrey menyajikan menu nasi uduk yang ditaburi bumbu ijo yang menjadi bumbu ciri khas Bebek Royal, suwiran daging bebek, serundeng, kemangi, sambal lalu dibungkus dengan daun pisang dan dibakar. “Selain itu kita juga ada ayam kampung dan ikan serta beberapa menu lainnya,” ungkap Audrey.

Berbagai menu tersebut ditawarkan dengan harga terjangkau, seperti misalnya untuk Nasi Goreng Bebek dan Soto Bebek dengan harga 18 ribu, sedangkan untuk bebek tanpa nasi mulai dari Bebek Goreng, Bebek Gertak Sambal dan lainnya dijual dengan harga Rp 23 ribu Hingga Rp 25 ribu.

Dalam memilih bebek sebagai bahan baku utaman, Audrey dan suami sangat selektif. Bebek yang dipilih adalah bebek kampung muda yang masih dipelihara secara tradisional. Bebek ini dipiih karena memiliki tekstur daging yang lebih empuk sehingga mudah dalam mengolahnya.

Selain bebek, saat ini Audrey juga menjual Bumbu Sambal Gertak yang merupakan perpaduan berbagai rempah yang digunakan untuk mengolah bebek dengan cita rasa yang pedas. Sambal Gertak ini dijual dengan harga Rp 25 ribu per botol. Namun jika membeli 10 akan mendapat diskon, sehingga pembelian berikutnya cukup bayar Rp 20 ribu. “Pembelian berikutnya bisa 5 botol dengan harga Rp 20 ribu per botol,” terangnya.

Dengan berbagai kelebihan dalam kualitas rasa yang ditawarkan ditambah moto anti tutup, membuat Bebek Royal yang buka sejak jam 7 pagi hingga 12 malam, tak pernah sepi pelanggan. Hal tersebut berdampak dari perkembangan usaha dan omset yang didapat tiap bulannya yang mencapati sekitar Rp 300 juta.

Saat ini, Bebek Royal menjadi salah satu icon resto bebek di kota Tangerang. Hal ini tak lepas dari berbagai strategi marketing yang dilakukan. Audrey mengatakan, bulan-bulan pertama menjalankan usaha ia gencar melakukan berbagai promosi, mulai dari makan gratis untuk orang pertama yang makan di Bebek Royal, Beli 1 gratis 1 untuk minggu pertama, beli 2 gratis 1 untuk minggu ke 2 hingga beli 3 gratis 1 untuk minggu ke 3. “Kita juga siapkan armada Bebek Royal Nyossorr untuk mengantarkan pesanan pelanggan dan agar Bebek Royal dikenal masyarakat,” jelasnya.

Meskit terbilang sukses menjalankan bisnis kuliner bebek dengan tiga resto, namun Audrey masih terkendala harga bahan baku yang tidak stabil. “Misal harga cabai yang sempat melonjak tinggi, stok bebek yang sempat langka yang membuat harga bebek sangat mahal,” keluhnya. Audrey mengatakan tak ada cara lain jika bahan baku mahal yakni menekan keuntungan hingga bahan baku kembali normal. Sebab terlalu beresiko menaikan harga yang berdampak pada sepinya pelanggan. “Kita harus bisa menyiasati semuanya. Waktu bebek langka, suami pernah ke daerah hanya untuk cari bebek,” ungkapnya.

Baca Juga : Kisah Sukses Kedai Abi Steak, Belum Setahun Sudah Punya 3 Cabang

Belajar sb1m yuk