header 728 x 90 3

Kisah Sukses Kedai Abi Steak, Belum Setahun Sudah Punya 3 Cabang

Kisah Sukses Kedai Abi Steak, Belum Setahun Sudah Punya 3 Cabang – Setinggi-tingginya jabatan di suatu perusahaan tetap saja statusnya adalah karyawan. Hal itulah yang mendorong zulkifli untuk keluar dari pekerjaan sebagai manajer operasional bergaji belasan juta di salah satu resto steak ternama. Dengan pengalaman yang dimiliki, pria yang akrab disapa Zul ini memutuskan membuka warung steak sendiri dengan nama Abi Steak di penghujung tahun 2012. Benar saja, mengandalkan kualitas rasa dan harga yang merakyat, Abi Steak berkembang pesat. Belum setahun, zul telah memiliki tiga kedai Abi Steak beromset ratusan juta rupiah.

Kelezatan Steak (daging panggang) yang disajikan saus khas italia dan garnish beberapa sayur ini sudah tidak perlu ditanyakan lagi sensasinya. Tak ayal jika menu continental yang berasal dari ingsgris ini bisa dikatakan sebagai menu western paling laris di Indonesia. Tak heran kini bermunculan kedai steak dari kelas hotel bintang lima hingga warung kaki lima. Hal ini tak lepas dari bagusnya respon pasar akan kuliner steak yang menggugah selera.

Baca Juga : Cemilan Khas Timur Tengah Dengan Keuntungan Berlimpah

Adalah Zulkifli, seorang karyawan yang telah bekerja belasan tahun di salah satu resto steak ternama nekat berhenti bekerja dan membuka warung steak kaki lima dengan modal Bismillah dan keyakinan pengalamannya selama bekerja dengan jabatan terakhir Manajer Operasional membuatnya paham betul seluk beluk bisnis steak. Zul begitu ia disapa membuka kedai Steak pertamanya di trotoar daerah duren sawit Jakarta Timur. Meski hanya kedai steak sederhana dengan konsep warung tenda 26 kursi, zul merogoh kocek sekitar 25 juta. “selain untuk meja dan kursi, modal tersebut juga saya gunakan untuk membeli kulkas, gerobak usaha, dan tentunya bahan baku,” ungkapnya.


Di warung tenda milik pria berusia 35 tahun ini menawarkan berbagai macam menu layaknya menu di restoran steak ternama. Mulai dari Beef Steak yang terkenal dengan Sirloin dan Tenderloin, hingga Chiken Steak. “Walau konsepnya warung tenda, namun dari segi menu saya tetap menawarkan aneka varian menu seperti restoran bintang lima,” tuturnya.

Melalui varian menu sekelas restoran, tak heran warung tenda Abi Steak cukup diminati masyarakat pecinta steak terutama karena harganya yang juga terjangkau. “ Di awal buka, tiap hari rata-rata ada 20 konsumen yang datang, “Tambahnya.

Kisah Sukses Kedai Abi Steak, Belum Setahun Sudah Punya 3 Cabang

Kisah Sukses Kedai Abi Steak, Belum Setahun Sudah Punya 3 Cabang

Sedang asyik-asyiknya menjalankan usaha steak dengan konsep warung tenda kaki lima dengan respon yang terus bertambah, ayah tiga anak ini harus berpindah lokasi. Maklum lokasi warung tenda Abi Steak ditertibkan pemerintah. Walau sedikit kecewa, Zul mengaku penggusuran itu murni kesalahannya, karena ia berjualan bukan di tempat peruntukan usaha.

Dengan sedikit modal yang dikumpulkan selama 3 bulan usaha, Zul memilih membuka warung tenda Abi Steak di depan pelataran ruko Jalan Moh. Kahfi Raya Ciganjur Jakarta Selatan atas izin pemilik ruko. “walau jauh dari tempat pertama, tetapi lebih dekat dari rumah, sehingga memudahkan mobilisasi dan kontrol usaha, “ungkapnya.

Meski berpindah lokasi zul mengatakan respon yang didapat sama bagusnya bahkan belum adanya Steak warung tenda di wilayah tersebut membuat usaha Steak miliknya selalu penuh bahkan hingga waiting list tiap akhir pekan. “Kalau pelaku usaha pun di sana sudah ada warung steak, mungkin karena harga di Abi Steak lebih murah, sementara kelezatannya sama konsumen lebih memilih untuk datang ke warung tenda milik saya,” ungkapnya.

Sadar usahanya kian mengalami peningkatan Zul yang dibantu istri dan adik iparnya memberanikan diri untuk menyewa ruko yang selama ini pelataran nya dipakai untuk berdagang. “perlu tambahan modal sekitar Rp 50 juta untuk sewa ruko dan menambah peralatan masak, meja dan kursi,” tambahnya.

Saat memasuki Abi Steak, konsumen akan disambut dengan wangi steak panggang yang menggoda selera untuk segera menyantapnya. Maklum, Zul menerapkan konsep open kitchen. “Open Kitchen ini sengaja kita buat untuk mengundang selera makan orang yang lewat dengan wangi asap yang menyebar,” jelasnya.

Suasana yang sejuk dan nyaman juga kental terasa di kedai Abi Steak lantaran dilengkapi dengan pendingin ruangan. Meski tidak ada sentuhan khusus pada desain ruangan, kedai Abi Steak yang lokasinya tidak jauh dari lokasi shoting Studio Persari itu tidak mengurangi kenyamanan pelanggan terutama dari pelayanan yang ramah. “Di Kedai ini, apabila pelayanannya kurang nyaman, ada komplain makanannya hangus dan dagingnya keras saya memberikan gratis untuk menu yang dipesan,” ungkapnya.

Abi Steak menyuguhkan 4 menu yang terkenal kelezatannya, mulai dari Beef Steak, lamb steak, fist steak dan juga Chiken Steak. “Khusus untuk beef steak dan fish steak, Abi Steak menawarkan beberapa varian menu yang terdiri dar Beef Steak Tenderloin, Sirloinm Rib eye, T-bone, dan Fish steak Salmon, Tuna serta Kakap,” tambahnya

Ada tiga varian daging yang ditawarkan mulai dari lokal, impor, hingga wagyu yang terkenal dengan kelezatannya. “Daging yang digunakan merupakan daging sapi pilihan dengan kriteria terbaik, sehingga dagingnya lebih empuk dengan ketebalan dan besar sama dengan steak mahal,” ungkapnya.

Dari segi harga Abi Steak memiliki harga yang terjangkau dengan kualitas yang setara dengan restoran Steak atau hotel bintang lima. Contohnya untuk menu Beef Steak Zul mematoknya mulai dari Rp 33 ribu hingga Rp 120 ribu, sedangkan untuk Lamb Steak Rp 32 ribu. Adapun untuk menu Fish Steak Rp 32 ribu hingga 68 ribu.

Selain memanjakan pelanggan dengan beragam varian menu dan harga yang cukup terjangkau, pelanggan juga dapat merequest tingkat kematangan steak sesuai selera. Mulai dari tingkat kematangan rare, medium, dan well done. Menurut Zul, tingkat kematangan yang paling enak adalah medium. Dengan tingkat kematangan tersebut tekstur daging tetap empuk namun sari-sari di dalam daging tidak habis dan terasa lebih juicy.

Sedangkan dalam penyajiannya Zul menjelaskan bahwa daging yang telah direndam bersama bumbu, dipanggang di atas grills sambil sesekali di bolak-balik agar matang merata. Karena menggunakan grill berbahan bakar gas dengan suhu panas yang cukup tinggi, hanya membutuhkan waktu selam 3 menit untuk mencapai tingkat kematangan medium. “jika daging dipanggang terlalu matang, maka teksturnya akan kering dan alot,” tandasnya.

Steak selanjutnya disajikan di atas piring keramik. “ kami sengaja tidak pakai hot plate, karena panasnya dapat membuat tekstut daging semakin kering,” terang Zul. Di atas steak kemudian disiram dengan Barbeque Sauce yang dilengkapi dengan kentang goreng dan mixed vegetable berupa potongan buncis, wortel, dan jagung manis, steak siap disajikan.

Berkat ketekunan dan menghadirkan rasa steak yang mantap dan harga yang nyaman di kantong, Abi Steak selalu ramai dikunjungi konsumen. Tak heran Zul mampu meraup omset yang melebihi targetnya. Karena itu, belum setahun kedai Abi Steak pertamanya berjalan, Zul kembali membuka dua kedai Abi Steak di Jalan Jeruk Raya Jagakarsa dan jalan merawan Cinere, Jakarta Selatan di tahun 2013. Bahkan Ke depan, Zul memiliki target membuka dua cabang Abi Steak setiap tahun. “Rencananya jika sudah punya lima cabang di tahun 2016 saya akan mewaralabakan usaha ini,” ungkapnya

Dengan 3 kedai yang sudah dimiliki, Zul mengaku rata-rata di kedainya mampu menjual 100 porsi saat week day dan 200 porsi di week end tiap harinya dengan omset sebesar 100 juta atau sekirat Rp 300 juta per bulan “Dari omset tersebut keuntungan bersihnya 20% sedangkan sisanya untuk belanja bahan, operasional, sewa tempat, dan menggaji 27 karyawan,” tuturnya

Dibalik omset yang cukup besar, Zul mengakui masih mendapatkan beberapa kendala dalam usaha, seperti sulitnya mencari pegawai dan juga harga daging yang tidak menentu. Namun di tengah harga daging sapi baik lokal maupun impor yang terus melonjak, Zul tetap mempertahankan kualitas bahan baku yang digunakan dengan tidak serta-merta menaikan harga pada konsumen.”Saat harga daging sedang melonjak seperti saat ini, kami lebih memilik mendapat keuntungan tipis dibanding menaikan harga jual,” terangnya.

Baca Juga : Omset Ratusan juta dari Snack Kampung

Belajar sb1m yuk