header 728 x 90 3

Kisah Sukses iCook Omset Puluhan Juta dalam Sebulan

Tingkat kesibukan yang tinggi di kota besar membuat banyak masyarakat memilih sesuatu yang praktis, termasuk makanan. Banyaknya masyarakat yang tidak sempat berbelanja bahan makanan, membuka celah usaha di bisnis bahan makanan siap olah. Adalah Ardi Lesmana salah satu yang jeli menangkap peluang tersebut dengan mendirikan usaha makanan siap olah dengan merek dagang iCook. Menawarkan lebih dari 70 menu masakan yang praktis, iCook mampu meraup omset hingga puluhan juta per bulan. Seperti apa perjalanan Ardi mengembangkan iCook?

Restu orangtua adalah kunci sukses seorang anak. Hal ini dialami betul Ardi Lesmana. Setelah merampungkan studi jurusan Multimedia Design di Raffles Singapore, pria yang akrab disapa Ardi ini tadinya ingin mencari pekerjaan di Negeri Seribu Satu Larangan. Namun orangtua Ardi menginginkan anaknya itu menjadi seorang entrepreneur. “Lalu saya ambil studi di Indonesia Young Entrepreneur Association selama 6 bulan,” ujar Ardi.

Awalnya Ardi berencana membuka warung makan, namun setelah melakukan survei di sekitar lokasi sudah banyak tempat makan sehingga Ardi mengurungkan niat tersebut. Ardi yang tertarik menggeluti bisnis kuliner akhirnya memodifikasi konsep usaha kuliner. Jika warung makan menawarkan makanan siap santap, maka Ardi memilih menekuni usaha siap masak yang diberi nama iCook di tahun 2009.

Ardi mengaku mendapat ide tersebut lantaran banyak masyarakat yang tidak punya waktu untuk berbelanja namun ingin memasak makanan yang praktis. Hal itu pula yang dialami Ardi saat kuliah di Singapura dengan memanaskan makanan isntan dalam microwave yang cukup digemari warga Singapura dengan tingkat kesibukannya yang tinggi. “Namun karena mayoritas masyarakat Indonesia tidak memiliki microwave, maka saya ubah konsepnya menjadi makanan yang bisa dimasak dengan kompor biasanya,” ujarnya.


Untuk mendirikan iCook Ardi mengaku mengeluarkan modal tidak lebih dari Rp 10 juta yang digunakan untuk membeli lemari es, DP sepeda motor, dan belanja bahan masakan. Sebelumnya Ardi bersama seorang juru masak melakukan persiapan uji coba menu-menu masakan yang akan dijualnya selama satu bulan. “Untuk alat masak saya menggunakan yang sudah ada di rumah,” ujarnya.

Baca Juga : Kiat Usaha Kuliner Salad Buah Daru Dewanto

Banyak varian menu. iCook merupakan singkatan dari instan cooking yang membantu ibu rumah tangga atau wanita karier yang tidak memiliki banyak waktu namun ingin memasak tanpa perlu repot-repot ke pasar. “Kita siapkan berbagai jenis makanan siap masak, bumbu, hingga step by step proses pengolahannya dalam kemasan box iCook. Dengan demikian, konsumen tinggal mengikuti panduan maka masakan tersaji di meja dengan rasa yang enak dan tidak akan gagal,” ujar Ardi.

Ada sekitar 70 macam varian menu yan ditawarkan iCook yang dibagi menjadi empat kategori yaitu iCook yang menawarkan berbagai macam menu masakan sehari-hari yang terdiri dari sayuran segar dan daging yang dapat dimasak dengan perlengkapan masak dan kompor. Kemudian Microbox merupakan masakan matang siap saji lengkap dengan nasi yang tinggal dimasukan ke dalam microwave.

Kisah Sukses iCook Omset Puluhan Juta dalam Sebulan

Kisah Sukses iCook Omset Puluhan Juta dalam Sebulan

Selanjutnya Kilokal yaitu produk khusus bagi pelanggan yang sedang diet atau fitness yang menunya mengandung tinggi protein, gula rendah kalori, minyak olive virgin oil, garam diet, serta tanpa MSG dan pengawet. Kilokal juga dilengkapi dengan keterangan nilai gizi untunk menghitung asupan kalori yang dibutuhkan pelanggan.

Terakhir Quickmeal yaitu produk frozen food berupa masakan sehari-hari yang dapat diolah tidak hanya digoreng, namun juga ada yang direbus maupun ditumis, tanpa pengawet dan MSG membuat Quickmeal aman untuk dikonsumsi setiap hari. “Quickmeal merupakann produk iCook yang paling tahan lama, namun menunya tidak mengandung sayuran segar, hanya berisi daging frozen, garnish dan bumbu yang diperlukan sehingga proses memasaknya juga sangat mudah dan cepat,” terangnya.

Menu masakan sehari-hari yang ditawarkan iCook antara lain Ayam Cah Jamur, Sup Wonton, Sup Merah, Kakap Asam Manis, Bandeng Presto, Ayam Goreng Kremes, Kare Ayam, Rawon Daging, Soto Daging Babat, Seafood Saus Inggris, Udang Gandum Oat, Sweet Sour Chicken Rice, Blackpeper Beef Rice, Hingga Kng Pao Chicken Rice, Adapun harga per porsi bahan masakan siap masak tersebut dijual mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu. Agar pelanggan tak bosan, Ardi selalu menawarkan menu baru setiap bulannya. Tak heran bila Ardi mampu meraup omset hingga puluhan juta tiap bulannya.

Sempat Diremehkan. Setiap usaha pastilah pernah mengalami masa-masa sulit, begitu juga dengan Ardi. Pria yang hobi mengendarai moge ini pernah diremehkan, ditipu pelanggan, hingga semua timnya dibajak competitor yang membuka usaha sejenis. “Mungkin karena saat itu saya masih muda, masih belum banyak pengalaman sehingga diremehkan,” ujarnya.

Namun karena meniru tanpa memiliki konsep atau ide dasar yang jelas, usaha competitornya itu hanya berjalan dua bulan. Namun Ardi dan tim barunya mampu bertahan hingga usaha berjalan di tahun ke-6. “Dalam setiap usaha pasti selalu ada yang meniru, justru kita harus termotivasi untuk tetap menjadi yang terdepan,” ujarnya.

Tak hanya itu, Ardi jua mengaku menemui kendala dalam menjalankan usahanya, terutama menjaga kualitas rasa berbagai menu yang dijualnya. Karena itu, ia harus ekstra ketat mengontrol takaran bumbu serta jumlah bahan masakan sebelum dikemas dalam plastic dan dimasukan dalam box iCook. “Selain itu sayuran hanya mampu bertahan beberapa hari sehingga ia harus pintar memperkirakan belanja bahan masakan dengan jumlah permintaan agar tak banyak terbuang,” ujarnya.

Promosi dan Pemasaran. Sebagai pionir di bisnis kuliner yang menawarkan bahan masakan siap masak, Ardi mengandalkan promosi mouth to mouth yang dianggap paling manjur, selain itu Ardi juga rutin menyebar brosur, aktif di media social dan internet, hingga memasang iklan di media cetak.

Agar iCook semakin berkembang Ardi juga menawarkan kerja sama keagenan maupun reseller. Sayang Ardi enggan menjelaskan bagaimana cara menjadi reseller atau agen iCook. Ke depan, Ardi berharap bisa membuka cabang iCook di setiap kota besar di Indonesia agar dapat membantu lebih banyak lagi ibu rumah tangga maupun wanita karier yang sibuk sehingga tetap bisa memasak dan makan bersama keluarga tercinta. “ Peluangnya masih sangat besar dan persaingannya belum terlalu ketat,” pungkasnya

Baca Juga : Peluang Bisnis Kuliner Dan Inspirasi Pengusaha Mie Nyonyor

Belajar sb1m yuk