header 728 x 90 3

Kisah Sukses Adidel Cakes Inovasi Cake In Jar

Kisah Sukses Adidel Cakes Inovasi Cake In Jar – Memiliki passion membuat berbagai jenis kue membawa Widya Putri menjadi seorang ibu rumah tangga yang sukses berbisnis dari rumah. Dengan mengandalkan cake dalam botol yang sedang tren saat ini, pemilik Adidel Cakes mantap meretas bisnis Cake In Jar hingga memiliki 150 Reseller yang tersebar di berbagai daerah. Bagaimana kisah Widya meraih omset ratusan juta hanya dalam waktu dua tahun?

Memiliki passion di bidang kuliner khususnya cake, memantapkan langkah Widya Putri resign dari perusahaan telekomunikasi dan menjajal peruntungan berbisnis kue. Saat itu, Wanita yang akrab disapa Widya mengaku hanya bisnis kue kecil-kecilan di tahun 2007. “Waktu itu hanya mengerjakan kue sesuai pesanan, belum punya produk khusus seperti sekarang,” ungkapnya.

Guna memperkaya pengetahuannya di bisnis kuliner khususnya kue, Widya mengambil kuliah (D1) jurusan Pastry di Universitas Trisakti. “Waktu tugas akhir kami membuat aneka pie, tapi selalu dikomplain karena terlalu rapuh sehingga ada beberapa yang hancur saat diterima konsumen. Daripada terbuang, sekalian saya hancurkan dan dituang dalam toples ukuran 190 ml lalu diberi topping aneka krim dan taburan buah. Dari sinilah ide membuat Cake In Jar yang akhirnya disukai banyak orang saat ini,” ungkapnya.

Mengetahui produk pie hancur yang dituang dalam toples tersebut diminati, Widya mulai serius usaha Cake In Jar dengan berpromosi pada teman, saudara dan masyarakat umum melalui jejaring sosial dan blog. “ Karena dari awal saya hanya punya blog dan aktif di media sosial,” tambahnya.


Nah sejak tahun 2013, Widya mengaku mulai serius usaha Cake In Jar dengan bran Adidel Cake yang merupakan gabungan nama kedua anaknya yakni Adit dan Adel.

Lambat laun produk Cake In Jar buatan Widya semakin dikenal dan diminati banyak kalangan khususnya pecinta cake. Apalagi cake dalam toples ini terbilang baru dan unik, tak heran peminatnya pun membludak. Bahkan saat ini Cake In Jar termasuk salah satu cake tervaforit sebagai hidangan penutup berbagai acara keluarga, pernikahan, arisan atau jadi sajian nikmat saat kumpul bersama keluarga.

Hampir dua tahun menjalankan bisnis Cake In Jar, Widya mengaku telah banyak menghasilkan varian jenis yang bisa dipilih konsumen. Hal ini tak lepas dari kreativitasnya memadupadankan bahan hingga menghasilkan produk yang variatif. “Intinya sih mau belajar dan berinovasi, karena tanpa memiliki keinginan keduanya mustahil jika sebuah usaha akan berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Menurutnya, untuk membuat kreasi cukup memberikan sedikit sentuhan dengna menggunakan bahan tambahan seperti susu, strawberry, cokelat, kacang, keju, lemon, green tea, kopi dan lain sebagainya, sedangkan bahan utamanya bisa sama. Nah guna menghasilkan berbagai macam varian rasa yang menarik, Widya melakukan uji coba terlebih dahulu sebelum dipasarkan secara luas.

Tidak hanya dari segi kualitas rasa yang diperhatikan, Widya juga sangat mengutamakan kecantikan tampilan Cake yang dijualnya. Selain menonjolkan tekstur cake yang berlapis-lapis dan aneka topping buah atau biskuit, tutup toples (Jar) juga diberi label agar terlihat varian rasa yang ditawarkan.

Baca Juga : Sukses Dari Usaha Mendoan

Widya membagi produk Cake In Jar-nya dalam tiga varian . Pertama Pie In The Jar yang terdiri dari Oreo Cream Pie, Kit Kat Cream Pie, Mix Fruit Cream Pie, Peach Cream Pie, Strawberry Cream Pie, Brownis and Cheese Cream Pie, Choco Almond Cream Pie.

Kedua, Cheese Cake In The Jar yang terdiri dari Oreo Cheese Cake. Kit Kat Cheese Cake, Milo Cheese Cake, Nutella Cheese Cake, Bluberry Cheese Cale dan lainnya. Ketiga Cake In The Jar yang terdiri dari Tiramisu In The Jar, Black Forest In The Jar, Choco Mousse In The Jar dan African Gateau In The Jar. “Dari sekian banyak varian tersebut Nutella Cheese Cake dan Kit Kat Cream Pie merupakan cake yang paling banyak dipesan,” aku Widya.

Harga yang ditawarkan untuk tiap toples bervariasi mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu dan itu belum termasuk ongkos kirim

Kisah Sukses Adidel Cakes Inovasi Cake In Jar

Kisah Sukses Adidel Cakes Inovasi Cake In Jar

Banyaknya permitaan Cake In Jar dari konsumen di berbagai daerah membuat Widya membuka kerja sama masyarakat sebagai Reseller Adidel Cakes. Reseller cukup membeli Cake In Jar senilai 750 ribu yang akan diberi diskon 10% sedangkan Reseller yang belanja Rp 1,8 juta akan mendapat diskon 15% “Harga tersebut sudah termasuk boks dan sendok kue, namun belum termasuk ongkir” ujarnya.

Khusus bagi Reseller, Widya memberikan yang lebih murah yakni Rp 20 ribu hingga 28 ribu per toples. Sedangkan Reseller bisa menjual dengan harga Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu, atau bisa mengambil 30-40 %.

Karena produk Adidel Cake dibuat secara handmade sehingga Cake In Jar hanya bertahan 3 hari di suhu ruangan dan 3 minggu dalam lemari pendingin. “Biasanya kita kumpulkan dulu orderan dari beberapa Mitra kita, biar ngirimnya bisa sekalian. Kalau untuk di luar daerah pengiriman kita pakai kargo pesawat, kalau gak terlalu jauh bisa pakai jasa pengiriman kurir atau ojek,” jelasnya

Widya mengatakan tiap Reseller Adidel Cake akan dibantu promosi di media sosial dan banner promosi Adidel Cakes. Dua tahun usaha berjalan, Adidel Cakes telah memiliki 150 Reseller yang tersebar di Salatiga, Semarang, Jogjakarta, Palembang, Surabaya, Palangkaraya, Balikpapan, dan kota-kota lainnya.

Miliki ratusan Mitra di berbagai daerah, tak pernah terpikir Widya sebelumnya. Namun berbagai cara promosi telah dilakukan guna mengenalkan produk Cake In Jar buatannya.” Saya kenalkan produk ke teman, saudara, rekan bisnis, rekan kerja suami. Saya juga gunakan berbagai jejaring sosial seperti Twiter, Facebook, Instagram, Path, Serta membuat website adidelcakes.com,” bebernya.

Bukan hanya itu, Widya juga aktif mengikuti bazar dan event agar produknya lebih dikenal masyarakat luas.” Saya juga buka kursus bagi siapa saja yang mau belajar buat kue. Saya akan kasih tahu resep, proses pembuatan hingga packaging yang baik. Saya tidak pernah pelit berbagi bahkan tak ada resep yang saya rahasiakan. Toh saya juga bangga jika anak didik saya bisa berhasil mengembangkan usahanya sendiri,” cetusnya

Dari berbagai promosi yang dilakukan, perkembangan usaha Widya kian hari kian pesat. Tak heran omset yang didapat bisa mencapai Rp 110 juta per bulan dengan margin keuntungan 30% bahkan omset tersebut akan naik 50% saat mendekati hari besar seperti Lebaran Idul Fitri, natal dan Imlek.

Meski kerap menerima lonjakan orderan, namun Widya mengatakan dipusingkan dengan kenaikan harga bahan baku. Menurutnya akhir-akhir ini kenaikan harga bahan baku kue sudah naik dua kali lipat. “Sejak adanya pergantian pemerintah baru, semua harga bahan pokok terus melambung tinggi. Apalagi kurs Dolar yang semakin tinggi, membuat bahan baku impor juga ikut menjadi mahal,” keluhnya.

Untuk menyiasati mahalnya harga bahan baku, Widya terpaksa sedikit menaikan harga jual dan mengurangi tenaga kerja.

Menurut Widya kelancaran usaha yang diraihnya saat ini tidak terlepas dari beberapa kunci sukses yang dipegang teguhnya. “Langkah pertama memulai usaha, mengawali dengan fikiran positif dan jangan sekali-kali memikirkan kegagalan. Gagal itu gak usaha dipikirin tapi dihadapi aja,” ujarnya.

Kedua. Mengetahui seluk-beluk usaha yang akan dijalankan. Hal tersebut bertujuan agar pelaku usaha paham dengan kondisi dari usaha yang dijalankan. “Saya pernah kirim produk sendiri, dengan begitu saya bisa mengapresiasi kurir. Kalau tidak begitu kita tidak akan pernah bisa menghargai tenaga orang karena belum pernah mengalaminya sendiri,” terang Widya

Berikutnya menumbuhkan brand dilakukan agar sebuah usaha akan terus berkembang menjadi lebih besar lagi. “Jangan cepat merasa puas dan cukup. Nyatanya bisnis yang bertahan dengan kata lain tidak melakukan sebuah inovasi, akan membuatnya mati,” ujarnya.

Terakhir jangan mudah menyerah. “Jangan gampang menyerah, itu paling standar banget. Tapi kalau sudah pernah merasakan gagal, seharusnya punya rasa penasaran. Dengan begitu kita akan terus memperbaiki kesalahan,” jelasnya.

Baca Juga : Sukses Dengan Waralaba Mie Ayam

Belajar sb1m yuk