header 728 x 90 3

Kisah Nyata Pengusaha Sukses Dari Hobby

Di Bandung telah tersebar tempat yang menyajikan kuliner khas termasuk menjual makanan pedas yaitu Toserda singkatan dari Toko Serba Lada. Toserda didirikan oleh Willyhono yang merupakan kisah nyata pengusaha sukses kali ini. Willy awalnya hanya menjajakan makanan pedas namun berhasil mendirikan sebuah toko yang sekarang banyak dikenal oleh masyarakat Bandung.

Baca Juga :Kisah Sukses Pengusaha Makanan Dari Mantan Buruh

Dulunya Willy hanya menjual satu makanan ringan yang bernama bawang pedas balalada. Makanan tersebut bukan buatannya sendiri melainkan buatan dari orang lain. Saat ia menjual makanan pedas ternyata respon dari masyarakat sangat bagus. Sehingga peluang bisnis tersebut dimanfaatkan dengan baik. Akhirnya ia mendirikan usaha makanan pedas sendiri. Orang Indonesia rata-rata menyukai makanan pedas jadi target pasarnya sangat luas.

Kisah Nyata Pengusaha Sukses Dari Penyuka Makanan Pedas


Kemudian Willy memutuskan untuk mengembangkan bisnisnya. Ia tidak main-main dalam berbisnis. Dagangan yang berupa makanan pedas mulai diperbanyak dan dipasarkan ke masyarakat luas. Namun ia tidak langsung memanfaatkan media internet sebagai media penjualan keripik pedasnya dan berbagai macam makanan pedas lain. Toko pertama miliknya ada di Jalan Padjajaran 4, Bandung. Modal awal yang dia pakai sekitar 10-15 juta rupiah dan sekarang omsetnya sudah cukup besar.

Kisah Nyata Pengusaha Sukses Dari Hobby

Kisah Nyata Pengusaha Sukses Dari Hobby

Toko yang dia bangun didesain khusus dengan menggunakan bahasa Sunda. Seperti nama tokonya yaitu Toserda singkatan dari toko serba lada. Kata lada menurut bahasa Sunda adalah pedas. Memperbanyak jenis dagangannya seperti keripik bawang goreng pedas, coklat, abon, sambal, dan masih banyak lagi. Makanan pedas yang diproduksinya memiliki tingkat kepedasan yang berbeda. Level satu untuk rasa pedas yang biasa saja dan level enam untuk yang sangat pedas sekali. Ukurannya pun bermacam-macam mulai 100 gram sampai 400 gram. Harganya bekisar dari Rp 5.000-Rp 59.000. Dari kisah nyata pengusaha sukses anda mendapatkan pengalaman.

Semua makanan pedas ia peroleh dari home industry yang beroperasi di Bandung. Untuk makanan abon mengambil dari Cirebon, Surabaya, Medan, dan Jakarta. Untuk coklat dari Garut. Willy memiliki dua aturan jika ada pedagang yang ingin menjual makanan di tokonya yaitu dengan beli putus atau titip dagangan. Sistem beli putus adalah Willy membeli langsung makanan dari penjualnya sedangkan untuk sistem yang titip dagang adalah pedagang menitipkan barang dagangannya ke tokonya.

Sistem titip barang adalah paling banyak dipakai dan dimanfaatkan oleh para penjual untuk mengembangkan produknya. Untuk sistem ini Willy tak mengambil keuntungan yang besar hanya 20% saja dari dagangan yang dititipkan oleh para pemilik barang. Namun meskipun demikian ia tetap memilih makanan pedas. Tidak semuanya ditampung di tooserda miliknya. Ia mensurvey lebih dahulu mana yang laris manis. Seperti sambal yang habis 10 bungkus tiap minggunya. Sedangkan bakso goreng bisa habis 100-200 bungkus tiap minggu.

Setiap pengusaha pasti memiliki masalah dan rintangan begitu juga yang dialami oleh Willy. Namun ia mampu melaluinya dengan baik. Saat dulu keripik pedas sedang booming ia bisa mendapatkan omset sebesar 70 juta rupiah setiap bulan. Namun untuk saat ini karena banyak pesaingnya ia hanya mampu mengantongi 30 juta perbulan. Saat ini dirinya mempekerjakan 4 orang karyawan. Dua orang untuk pegawai offline, satu orang untuk pegawai online, dan satu orang lagi untuk bagian programmer.

Nah, itulah kisah dari Willy seorang sarjana matematika yang lebih memilih untuk berbisnis toserda. Anda bisa menjadikan kisah nyata pengusaha sukses ini sebuah gambaran jika ingin memulai usaha yang sama atau dibidang lainnya. Dapat meniru strategi yang digunakannya untuk mulai berbisnis.

Baca Juga : Catering Harian Menjadi Ide Bisnis Rumahan yang Sukses

Belajar sb1m yuk