header 728 x 90 3

Jadi Jutawan Berkat Tahu Bakso

Jadi Jutawan Berkat Tahu Bakso-10 tahun meniti karier sebagai seorang sales di bidang properti sebuah perusahaan ternama, rupanya tak cukup memberi kepuasan pada Agung. Meski kariernya cukup gemilang, namun jiwa enterpreneur dalam diri Agung terus saja bergejolak. Hingga akhirnya Agung memutuskan untuk resign dan mencoba terjun sebagai seorang pengusaha.

Melihat potensi pasar di bidang kuliner yang cukup memikat dan cukup hobi meracik makanan, Agung jadi semangat untuk berjelajah di dalamnya. Meski tak selalu berbuah manis, namun hingga saat ini Agung sangat survive dan menilai bila bisnis kuliner tetap jadi pilihan utama konsumen. Karena bagaimanapun, semua orang butuh makan dan minum. Bahkan, tak sedikit yang mendambakan kuliner praktis dan hemat.

Lika-Liku.Mengawali profesi sebagai pengusaha kuliner di tahun 2013, menu pertama yang dilirik Agung untuk ditawarkan kepada konsumen adalah aneka Kue Kering dan Kue Basah. Namun karena terbentur urusan pengiriman, bisnis perdana ini hanya mampu berjalan selama satu tahun dan harus gulung tikar.

Karena tekstur Kue Kering yang saya buat rapuh dan Kue Basahnya tanpa pengawet, maka ketika sampai ke tangan pelanggan yang jaraknya jauh bentuk Kue Keringnya sering kali sudah hancur, atau Kue Basahnya sudah basi. Karena itulah saya terpaksa menghentikan usaha tersebut, kenang Agung sedih.


Akan tetapi, seringkali ide brilliant yang out of box mengilhami seseorang setelah dirinya mengalami kegagalan. Itulah yang terjadi pada sosok Agung, gagal menjalankan bisnis Kue Kering dan Kue Basah mendorongnya untuk menciptakan produk makanan yang bisa bertahan lama dan tidak mudah rusak ketika didistribusikan.

Hingga akhirnya, Agung menemukan ide untuk memproduksi Tahu Bakso dalam bentuk beku. Selain lebih awet dan aman saat diantar ke tangan pelanggan, makanan beku homemade juga cukup diminati pasar karena lebih efisien dan praktis, serta lebih sehat dibanding produk racikan pabrik besar.

Kebetulan, istri saya berasal dari Semarang, Jawa Tengah, dan cukup familiar dengan Tahu Bakso . Jadi, saya makin semangat memilih produk berbasis  tahu kulit ini  sebagai lahan bisnis. Apalagi ketika itu pelaku usaha yang menawarkan produk sejenis dengan kualitas bermutu masih sangat langka, papar Agung, pria asal Cepu, Jawa Tengah.

Uji Resep.Setelah mencari referensi resep dari orang terdekat maupun dari berbagai literatur yang ada, Agung mulai mencoba membuat Tahu Bakso. Butuh waktu sekitar 5 bulan untuk melakukan berbagai uji resep sehingga menghasilkan produk yang laku dijual dan diminati pasar. Tiap selesai melakukan uji resep, saya pasti minta orang terdekat saya untuk mencicipi. Agar mereka bisa menilai apakah rasa dan kualitasnya sudah layak jual atau belum, ungkap Agung.

Setelah mendapatkan lampu hijau dari beberapa testimoni orang terdekat, Agung mulai menjalankan usaha Tahu Bakso. Tepat diawal tahun 2015, Tahu Bakso Khas Semarang dengan brand Takso Semar mulai diperkenalkan kepada masyarakat luas.

Dibutuhkan modal sekitar Rp 5 juta-an untuk memulai usaha ini. Sebagian besar dialokasikan untuk membeli peralatan usaha terutama freezer sebagai tempat penyimpanan. Sejak awal kepikiran membuka usaha Tahu Bakso, saya memang tidak ingin mengarah kepada Tahu Bakso kelas gerobakan . Karena di samping pesaingnya sudah terlalu banyak, saya juga ingin menawarkan sesuatu yang berbeda namun tetap dibutuhkan masyarakat, terangnya.

Internet dan Bazar.Untuk mengangkat brand Takso Semar, selain memasarkan melalui media internet dan mengandalkan pesanan via online, Agung juga sangat rajin mengikuti serentetan bazar baik yang digelar di area perkantoran ataupun perumahan. Bahkan bisa dibilang saat ini hampir setiap hari Agung mengikuti Bazar, seperti Bazar di Bank Indonesia, Bazar di Kantor Pertamina Pusat dan Bazar di Mall Alam Sutera, Tangerang.

Namun, tak seperti penjualan via online yang hanya berbentuk Tahu Bakso Beku, ketika mengikuti bazar Agung juga menawarkan Tahu Bakso dalam bentuk siap santap, yakni Tahu Bakso Kukus atau Tahu Bakso Goreng, tergatung permintaan konsumen. Tiap porsinya dijual seharga Rp 15 ribu isi 4 pieces, bersama siraman sambal kacang sebagai pelengkap.

Untuk sambal kacang saya datangkan langsung dari Magetan, Jawa Timur, yang terkenal dengan sambal kacangnya yang legit dan pas bila disandingkan dengan Tahu Bakso racikan saya, ujar Agung seraya berpromosi.

Saat ini, demi memperluas jaringan pemasaran Takso Semar juga membuka sistem reseller bagi masyarakat yang berminat. Syarat yang ditetapkan juga cukup mudah, selain harus memiliki standing freezer sebagai media penyimpanan, calon reseller juga cukup membeli minimal 10 pack Tahu Bakso dengan potongan harga sebesar 30 %.

Alhamdulilah,  saat ini reseller kita sudah tersebar di beberapa tempat di sekitar Jabodetabek seperti Depok, Tangerang dan juga Jakarta, ungkapnya.

Varian Takso.Berbagai pengembangan terus dilakukan Agung, salah satunya dengan membuat beberapa varian Tahu Bakso yang terinspirasi dari saran para konsumen. Hingga kini Takso Semar telah menawarkan tiga varian, yakni Takso Original, Takso Rina atau Tahu Bakso Ikan Tenggiri dan Tuna, dan Takso V atau Tahu Bakso Vegetarian.

Tahu Bakso Vegetarian bukan hanya cocok untuk kaum vegan atau mereka yang tengah diet ketat, tapi juga pas bagi konsumen yang alergi ikan atau seafood. karena bahan bakunya 100% sayuran dan tanpa bahan hewani, ucap Agung.

Agung juga berani mengklaim bila Tahu Bakso racikannya aman dan sehat untuk dikonsumsi, karena dibuat tanpa menggunakan MSG maupun bahan pengawet. Dalam proses pembuatannya, Agung lebih mengedepankan perpaduan bumbu seperti bawang putih, garam dan gula sehingga tahu bakso yang diberikan memberikan cita rasa gurih setelah dikukus ataupun digoreng.

Dari segi tekstur, Tahu Bakso ala Takso Semar juga cukup lembut saat dikunyah. Karena selain menggunakan bahan baku berkualitas, komposisi bahan utama isian berupa daging, ikan atau sayuran juga lebih banyak ketimbang tepung. Menurut Agung, tepung hanya bersifat sebagai pengikat, bukan bahan utama sehingga Tahu Bakso tidak keras karena terlalu kenyal.

Demikian juga dengan tahu kulit sebagai elemen utama dalam pembuatan Tahu Bakso, Agung hanya menggunakan tahu cokelat fresh yang baru diproduksi saat akan dipasok ke dapur pusat Takso Semar. Supplier pembuatnya juga tak asal dipilih, dikatakan Agung, dari 10 produsen tahu kulit yang ada di sekitar dapur pusat Takso Semar di kawasan Pamulang, Ciputat, Agung hanya memilih 1 diantaranya. Yakni yang telah lolos uji kualitas berdasarkan penilaian Agung.

Proses Pembuatan.Salah satu varian Tahu Bakso ala Takso Semar yang sering dipesan oleh pelanggan adalah Takso Original. Untuk membuat menu favorit ini, mulanya bahan utama untuk isian berupa daging sapi dan daging ayam digiling. Komposisi keduanya sebaiknya seimbang atau 50:50 agar rasa gurih yang tercipta lebih menyatu.

Bahan utama tersebut kemudian diaduk rata bersama bumbu halus berupa bawang putih, bawang merah, lada butir, gula pasir sebagai penyedap alami dan garam. Selanjutnya, ditambahkan putih telur dan tepung tapioka sebagai bahan pengikat adonan. Dari 500 gr total bahan utama isian, bisa ditambahkan 100 gr tepung tapioka.

Setelah semua bahan tercampur rata, berikutnya bahan isian dimasukkan kedalam tahu cokelat yang bagian tengahnya telah diiris hingga tahu penuh. Karena disiapkan dalam keadaan beku, maka langkah berikutnya adalah pengemasan. Takso Original kemudian dimasukkan kedalam kantong plastik mika yang cukup tebal, lalu divakum hingga udara di dalamnya habis.

Selanjutnya Takso Original atau varian lainnya disimpan dalam standing freezer hingga beku. Supaya tidak rusak atau basi saat sampai ke tangan konsumen, saya selalu memastikan tiap varian Takso dikirim dalam keadaan yang benar-benar beku, jelas Agung.

Meski dibuat tanpa bahan pengawet, Tahu Bakso yang Agung buat bisa bertahan selama 3 bulan didalam feezer. Dan jika dikirim dalam keadaan beku daya tahannya bisa sampai 5 hari di dalam kemasan styrofoam.

Jadi Jutawan.Meski baru satu tahun menjalankan bisnis Takso Semar, namun mantan sales properti ini bukan hanya telah mampu mengubah nasibnya, tapi juga mengantarnya menjadi seorang jutawan.

Dari penjualan aneka Tahu Bakso baik melalui pesanan via online, reseller ataupun bazar, Agung telah mampu menjual sekitar 100 pack Tahu Bakso aneka varian per hari denagn omset rata-rata sebesar Rp 3,5 juta. Bila dihitung dalam pendapatan per bulan, penjualan Takso Semar mencapai 3.000 pack, dengan capaian omset sebesar Rp 105 juta per bulan.

Pada moment-moment tertentu seperti Natal atau bulan Ramadhan, Alhamdulilah penjualan Takso Semar bisa meroket hingga 10 kali lipat, ucap Agung penuh syukur.

Kendala Usaha.Sukses yang diraih Agung tentu bukan tanpa kendala. Sama seperti usaha terdahulu, bagi Agung hambatan terbesar dalam bisnis kulinernya adalah soal pengiriman. Karena daya tahan Tahu Bakso racikannya hanya 5 hari dalam pengiriman, Agung masih merasa was-was bila mendapatkan pesanan dari daerah yang waktu pengirimannya lebih dari 5 hari.

Saya akan memberikan produk pengganti atau mengembalikan uang konsumen, bila Tahu Bakso yang di kirim ke luar kota sudah tidak enak dimakan karena lamanya pengiriman. Sebab, hingga saat ini saya masih mengandalkan jasa pengiriman non kargo seperti TIKI dan JNE yang pengirimannya cukup memakan waktu, ujarnya.

Selain di sekitar Jabodetabek, Tahu Bakso buatan Agung sudah dipesan konsumen dari berbagai kota di Indonesia. Mulai dari Sumatera, Kalimantan, hingga Papua. Untuk konsumen yang ada diluar daerah Agung tidak membatasi jumlah minimal pemesanan, karena ongkos kirim ditanggung konsumen.

Kunci Sukses. Meski tak bisa lepas dari kendala atau masalah lain, Agung selalu meyakini bila tiap usaha yang dijalankan dengan sungguh-sungguh akan memberikan efek positif. Agung pun memiliki beberapa kunci khusus untuk meraih kesuksesan. Diantaranya keberanian untuk mencoba, kemauan untuk berusaha dan impian untuk lebih maju.

Dengan ketiga modal tersebut, seberat apapun rintangan  yang dihadapi pasti akan mendapatkan jalan keluar, sehingga usaha yang kita rintisi bisa berhasil dan sesuai harapan, tegas Agung.

 

Belajar sb1m yuk