header 728 x 90 3

Investasi Rp 2,8 juta Bisa Punya Peternakan Ayam Kampung

Bisnis agrobisnis menjadi incaran terutama bagi mereka yang ingin memiliki usaha sampingan. Selain karena prospek menjanjikan, banyak pelaku usaha agrobisnis menawarkan sistem kerja sama simple dan tidak mengharuskan mitra mengelola sendiri usahanya. Seperti yang di tawarkan DnR Farm dengan usaha peternakan ayam kampung yang menawarkan investasi mulai dari Rp 2,8 Juta. Mitra cukup investasi dan akan mendapatkan bagi hasil 40% dari keuntungan bersih. Bagaimana usaha kemitraan yang satu ini?

Sebagai negara agraris, potensi pertanian dan peternakan Indonesia sangat besar. Karena itu tidak heran bila usaha yang berhubungan dengan agrobisnis banyak dipilih pelaku usaha. Namun modal besar yang membayangi usaha ini pastinya membuat banyak orang mengurungkan niatnya. Namun apa yang coba ditawarkan Rachmat S. Marpaung dengan usaha peternakan ayam kampung pastinya akan memberikan penilaian lain terhadap usaha agrobisnis bermodal besar.

Usaha yang dirintis sejak 2009 ini di akui Rachmat dijalankan berdasarkan hobi yang dimiliki. Dengan manfaat lahan seluas 4000 meter di daerah Bogor, Jawa Barat, Rachmat memilih membudidayakan ayam kampung dibandingkan dengan ternak lainnya. Selain karena pasar yang besar, pemeliharaan yang mudah menjadi nilai lebih yang ditawarkan.

Investasi Rp 2,8 juta Bisa Punya Peternakan Ayam Kampung

Investasi Rp 2,8 juta Bisa Punya Peternakan Ayam Kampung

Karena tidak memiliki keahlian dan pengalaman lebih dalam membesarkan ayam kampung, sebelum memulai usahanya Rachmat harus mempersiapkan semua mulai dari mengikuti pelatihan budidaya selama 2 hari hingga membaca buku dan literatur seputar budidaya ayam kampung. Selain itu Rachmat juga sempat menginvestasikan dana di peternakan ayam kampung milik rekannya di Yogyakarta untuk belajar bagai mana mengelola peternakan ayam kampung yang baik dan benar selama 1 tahun.


Bibit unggulan. Selain pembudidaya DnR Farm juga menyediakan bibit ayam kampung (DOC) unggulan dari indukan terbaik. Kualitas bibit dapat dilihat dari bobot ayam yang bisa mencapai 8 ons dalam waktu pemeliharaan 2 bulan.

Namun karena permintaan DOC ( Day old chick) yang sangat tinggi, Rachmat mengaku DnR Farm tidak sempat untuk melakukan pembesaran ayam saat ini. Untuk harga DOC usia satu hari Rp 6.500 per ekor. “Sebelum menetes sudah ada yang memesan jadi untuk saat ini kita hanya menjual DOC pada peternak, “ ungkapnya. Dengan luas lahan pembibitan yang dimiliki, dalam satu Minggu DnR Farm bisa menghasilkan 2000-2500 ekor yang dipasarkan ke beberapa peternak di sekitar jabodetabek. Omset yang didapat bisa dibilang sangat lumayan, bisa mencapai puluhan juta per bulan.

Investasi terjangkau. berbekal pengalaman yang dimiliki dan banyaknya permintaan kerja sama, Rachmat untuk membuka sistem kemitraan peternakan ayam kampung sejak 3 bulan lalu. Dalam kerja sama ini, modal yang dibutuhkan tidak besar.

Menurut Rachmat investasi dihitung berdasarkan jumlah ayam yang akan dibesarkan dengan minimal 100 ekor dan maksimal 1000 ekor ayam kampung. Dengan biaya budidaya sekitar Rp 28 ribu per ekor untuk satu periode budidaya, maka investasi yang bisa dikeluarkan Mitra untuk 100 ekor ayam sekitar Rp 2,8 juta. Biaya budidaya tersebut termasuk didalamnya biaya pakan, peternak dan juga untuk keperluan lainnya.

Dalam kerja sama ini, selain DnR sebagai pihak penyedia DOC dan pemilik sistem serta investor sebagai pemilik modal, juga melibatkan peternak sebagai pemilik kandang yang nantinya akan membesarkan ayam. Untuk peternak yang membudidayakan, DnR Farm bekerja sama dengan beberapa pesantren dan masyarakat di sekitar Bogor yang sudah mendapatkan pembekalan standarisasi sistem budidaya yang baik dan benar.

Satu periode pembesaran sekitar 100 hari yang dibagi menjadi masa persiapan kandang selama 2 minggu, masa pemeliharaan hingga panen selama 75 hari, dan paksa panen selama 2 minggu.

Dalam kerja sama ini, keuntungan bersih akan dibagi dengan tiga pihak 40% untuk pihak DnR Farm, 40% untuk investor dan 20% untuk peternak. Dengan harga jual saat ini Rp 34 ribu per ekor ayam dan tingkat mortalitas sebesar 5% maka dengan investasi menimal maka Mitra akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp 252 ribu.

Diakui Rachmat dengan sistem yang dibuat, para investor diharapkan bisa menanamkan modalnya dalam waktu yang tidak sebentar untuk mendapatkan hasil maksimal. Paling tidak dibutuhkan waktu 1 tahun untuk bisa merasakan hasil dalam menjalankan usaha ini. “Usaha yang berhubungan dengan makhluk hidup berada dengan usaha lain, karena ada unsur kematian yang membuat hasil bisa saja tidak sesuai dengan yang diinginkan, namun kita selalu menerapkan sistem pemeliharaan yang optimal, “tambahnya.

Pemasaran dan prospek. Karena kebutuhan DOC maupun ayam kampung yang sangat besar membuat DnR Farm tidak terlalu sulit mencari pasar. Bahkan Rachmat menjelaskan untuk saat ini produksi ayam yang dihasilkan belum mencukupi permintaan pasar yang ada.

Untuk itu, pada awal tahun 2016 nanti DnR Farm akan menambahkan lahan budidaya dengan luas dua kali lebih besar dari lahan yang ada saat ini. Diharapkan pada kuartal pertama 2016, DnR Farm bisa menambah produksi 15.000-20.000 ekor ayam kampung per Minggu.

Belajar sb1m yuk