header 728 x 90 3

Budidaya Bawang Merah Brebes Mampu Jual 2 Ton Setiap Bulan

Sebagai salah satu komoditi okonya yang memiliki nilai jual tinggi membuat usaha budidaya bawang merah makin digandrungi masyarakat khususnya masyarakat Brebes Jawa Tengah. Namun tanpa dinyana kini tak hanya lahan di brebes yang bisa ditanami bawang merah, hal tersebut tentu membuat komoditi ini makin diburu pengusaha yang ingin juga berkecimpung membudidayakan bawang merah. Sebut saja Maulana Surya Gemilang yang tergabung dengan PB Sentani. Dalam sebulan ia mampu menjual hin gga 2 ton lebih bawang merah ke berbagai penjuru nusantara. Seperti apa peluang usahanya dan bagaimana cara membudidayakannya?

Berangkat dari keluarga yang bergerak di bidang pertanian Maulana Surya Gemilang tergerak hatinya untuk turut terjun di dunia bercocok tanam khususnya tanaman bawang merah. Selain itu sebagai putra asli Brebes Jawa Tengah pria yang akrab disapa Alan ini juga ingin menggerakan, membantu dan menciptakan potensi perekonomian daerahnya. Hal tersebut ia aplikasikan kedunia nyata dengan bergabung bersama (pembibitan bawang) PB Sentani yang merupakan kelompok tani pembudidaya bawang merah pada Bulan Desember 2014. “Saya melihat masyarakat brebes memiliki produk pertanian yang bagus, selain membudidayakan saya juga ingin membantu memasarkan terlebih saya juga sebelumnya punya bisnis Online, “ pungkas pria kelahiran Brebes 1993 itu.

Sebagai pengusaha muda ia tak rela harga jual bawang merah di pasaran selalu rendah dan identik menekan harga jual bawang merah di pasaran selalu rendah dan identik menekan harga jual petani sehingga tipis keuntungan. Di bawah bendera PB Sentani Alan dan Hadi Sutomo selaku ketua kelompok tani saling membahu mengatasi problem klasik tersebut. Berbekal modal yang minim Alan sedikit banyak mulai memproduksi bawang merah, menurutnya bawang merah asli Brebes memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh bawang merah manapun termasuk bawang merah asal negara-negara Asia Tenggara. Kendati demikian bibit bawang merah Brebes juga bisa di tanam di luar wilayah Brebes dengan cita rasa bawang yang sama asalkan menggunakan bibit bawang merah asli Brebes.

Budidaya Bawang Merah Brebes Mampu Jual 2 Ton Setiap Bulan

Budidaya Bawang Merah Brebes Mampu Jual 2 Ton Setiap Bulanba

Melakukan kerja sama dengan sesama petani bawang dirasa Alan lebih efektof dan Praktis untuk cepat menjadi pengusaha bawang merah. Alan menambahkan petani personal yang ingin menyelami bisnis bawang merah setidaknya harus merogoh kocek hingga Rp 50 juta sebagai modal awal. Modal tersebut termasuk untuk dibelikan bibit, pupuk, pengairan, membangun sarana pertanian dan sewa lahan seluas 1 hektar selama 1 musim tanam. PB Sentani sendiri memiliki lahan pribadi seluas 25 hektar yang kesemuanya ditanami bawang berkedudukan di wilayah klampok, Wanasari, Brebes, Jawa Tengah.


Prospek Usaha. Menurut Alan, prospek usaha bawang merah sangat bagus karena bawang sendiri merupakan kebutuhan utama dalam meracik sebuah masakan, tanpa bawang rasa sebuah penganan akan terasa tidak sedap. Setidaknya puluhanton bawang merah keluar wilayah Brebes setiap harinya untuk memenuhi permintaan konsumen dari berbagai daerah. Hal tersebut tentu membuat prospek usaha bawang merah masih terbuka lebar. Komoditi bawang merah Brebes dirasa Alan sulit tergerus oleh bawang merah import karena cita rasa yang tak senikmat bawang merah Brebes.

Alan meyakini sedikit polesan dukungan dari pemerintah setempat akan mampu membuat bawang merah semakin menjelit. “Sayangnya saat ini bawang merah belum memiliki patokan harga yang pas, masih perlu bantuan pemerintah supaya harga jual tetap stabil. Tapi sekarang alhamdulillah harga bawang merah tengah bagus,” pungkas bungsi dari tiga  bersaudara itu. Diakui Alan banyak persaingan usaha pada bisnis bawang merah karena merupakan sebuah usaha yang bagus, namun lebih banyak lagi persaingan di kelas tengkulak  di mana harga bawang dari tangan petani dibeli dengan harga rendah dan dijual kembali dengan harga selangit. “Kasihan petani dengan harga jualnya selalu ditekan, saya bersama PB Sentani memiliki misi untuk membasmi praktek tersebut,” terangnya.

Kelebihan Bawang Merah Brebes. Kondisi alam yang mendukung ditambah dengan adanya keberadaan gunung Kumbang membuat rasa bawang merah Brebes lebih sedap dilidah masyarakat Indonesia.adanya gunung kumbang yang mampu membawa uap air sudah tentu menjadi nilai plus bagi pertumbuhan tanaman bawang. Bawang Merah Brebes memiliki cita rasa yang lebih pedas, dari bentuk fisik memiliki postur yang mungil seukuran ibu jari, kulit bagian luar berwarna merah dan bagian inti bawang berkelir putih kemerahan.

Daya tahan bawang merahyang mampu awet hingga 2 bulan juga merupakan salah satu kelebihannya. Dalam jangka waktu 2 bulan sejak panen bawang masih aman konsumsi meski tidak disimpan dalam lemari es atau wadah khusus dengan aturan bawang harus dikeringkan terlebih dahulu.

Bawang yang sudah dikeringkan selama 1 bulan lebih masuk kategori bawang askip. Namun dalam kondisi segar pun tetap bisa langsung konsumsi. Sejak masa tanam, bawang merah sudah bisa dipanen usia 3 bulan sampai 70 hari. Semakin lama waktu penanaman maka semakin baik kualitas bawang. “Petani biasanya memanen di usia 3 bulan karena rentan terserang hama,” pungkas Alan.

Ciri tanaman bawang yang sehat bisa di lihat secara kasat mata pada bagian daunnya, ketika daun tumbuh meninggi dan menghijau sudah dapat di pastikan tanaman tersebut sehat dan tengah mengandung bawang yang cakap pula untuk mengeluti usaha bawang merah Alan mengaku memperoleh pengetahuan di bidang pertanian dari bangku kuliah di Institut Pertanian Bogor lalu di sempurnakan dengan sharing ke sesama petani bawang.

Kelebihan lain yang dimiliki bawang merah Brebes adalah bisa di tanam di tempat lain, tak mesti di daerah Brebes. Alan menjelaskan ketika musim kemarau tiba tak sedikit petani Brebes yang berbondong-bondong mencari lokasi lahan tanam bawang merah di daerah Majalengka dan Pantura Jawa Barat. Itu menandakan bahwa usaha bawang merah tak melulu di Brebes tapi bisa dikembangkan di daerah lain perbedaannya hanya pada waktu pemanenan yang terpaut 10 hari lebih lama. Alan menerapkan teknik tama, putus ketika lahan mudah di gunakan bawang merah untuk masa tanam 3 kali, hal itu tak lain untuk meredam lonjakan hama pada tanah, ia selalu seilingi dengan tanaman padi.

Karena merupakan tanaman yang memiliki akar serabut hingga 30-40cm, Alan menyerankan sebelum masuk masa penanaman baiknya yanah digemburkan terlebih dahulu. Tanaman bawang merah juga tergolong ekslusif karena mampu tumbuh didataran rendah hingga ketinggian 700 mdpl. Tamanam bawang merah juga cukup unik, dimana posisi tanaman harus dekat dengan air tapi juga harus tetap kering atau berjauhan dengan air.

Hama penyakit. Hama pada tanaman bawang merah juga cukup banyak maka tak heran jika pemanenan di lakukan lebih cepat namun jika hama diatasi sesuai standar bukan tak mungkin bawang akan selamat hingga jadwal panen semestinya tiba. Hama yang kerap menyerang tanaman bawang antara lain kutu grandong (daun berbintik), penyakit otomasit( tiba-tiba tanaman mati) dan hama inul yaitu dimana daun tumbuh melintir. Tak tergantung musim, hama bisa datang kapan saja. Menanggulangi serangan hama Alan menggunakan pestisida dengan masa pengobatan 2 minggu, dosis obat 20 ml dicampur 20 liter air. Pemberiannya 2 hari sekali, hama mulai menyerang di usia tanaman 25 hari.

Pemasaran. Langkah awal Alan memperkenalkan bawang merah Brebes ke pasar cukup mutakhir karena masih terbatasnya petani lokal yang melakukannya dengan hal yaitu serupa via online. Menurut alan pemasaran via online dirasa sangat menguntungkan karena minim modal dan dapat menghemat tenaga. “Sistem pembayarannya uang harus masuk dulu setelah itu barang baru dikirim” jelas Alan. Ia sangat menjamin barang akan sampai ke tangan konsumen secara utuh sesuai permintaan sehingga konsumen tak perlu kawatir.

Memasuki musim hujan harga bawang merah sedang berada diposisi terbaik, dari tangan Alan harga bawang merah berada di Rp 15 ribu/kg dan setelah dilempar ke pasaran bisa melambung di harga Rp 16 ribu- Rp 17 ribu/kg. Dalam 1 bulan setidaknya Alan berhasil menjual hingga 2 ton bawang merah ke berbagai daerah di Jawa hingga kota Medan di sumatera utara. Maka tak heran bila perbulan Alan mampu menangguk  untung hingga puluhan juta rupiah dengan keuntungan bersih di atas 50%. Bawang merah produksinya kebanyakan dibeli oleh perorangan lalu dijual kembali di pasar tradisional secara konvensional.

Panen raya bawang merah tiba pada bulan 8 dimana pada saat itu harga bawang bisa anjlok di angka Rp 10 ribu/kg. Alan menerapkan minimum order 100 kilogram untuk pengiriman memakai bus atau Travel. Sedangkan utnuk pembelian di atas jumlah tersebut pengiriman akan dilayani oleh truk dengan ongkos kirim di tanggung konsumen. “Sekali order dalam skala besar sebetulnya lebih menguntungkan karena akan diknakan harga yang lebih murah” papar Alan. Hingga detik ini ia belum berani melakukan ekspansi ke pasar modern, berbagai persyaratan yang dirasa cukup banyak merupakan salah satu penyebabnya.

Kendala usaha yang dirasakannya, antara lain harus ada ketetapan pasokan. Di luar itu kendala lain datang dari ketersediaan pasokan air yang kadang berkurang ketika musim kemarau tiba sehingga alan harus mengeluarkan budget lebih untuk membeli air sampai panen tiba. Kedepannya meiliki obsesi ingin bisa mengembangkan usaha bawang Brebes dan memiliki lahan yang luas lagi

Belajar sb1m yuk