header 728 x 90 3

Bermodalkan Utang Ratusan Juta kini Pelopor Nasi Liwet Instan

Ide Kreatif seorang Andris Wijaya mengantarkannya menjadi seorang pengusaha sukses di bidang kuliner. Meskipun bermodalkan utang ratusan juta, namun usaha nasi liwet instan yang menawarkan berbagai macan varian rasa buatannya mampu mendatangkan omset ratusan juta tiap bulan. Seperti apa bisnis nasi Liwet yang kini diburu banyak orang dan menjadi salah satu oleh-oleh khas Garut, Jawa Barat itu?

Melihat pamor beras Garut yang terus menurun membuat Andris Wijaya merasa miris. Karena itu sebagai putra asli Garut, Andris merasa terpanggil untuk kembali mengangkat nama beras Garut di masyarakat. Atas permintaan sang bunda meneruskan bisnis beras yang dirintis sang ayah membawanya usaha yang sempat lesu kembali Berjaya. “Bisnis beras Garut 1001 sempat vakum semenjak ayah meninggal di tahun 1996. Dan sempat diteruskan oleh Ibu dan Kakak, tapi tidak berkembang. Padahal bisnis beras yang dirintis sejak 1975 ini pada masa jayanya pernah mengirim ton beras Garut ke Jakarta,” ujar pria lulusan Teknik Mesin ITB pada 2001 ini.

Baca Juga : Kiat Usaha Kuliner Salad Buah Daru Dewanto

Dalam memulai usahanya, Andris harus menanggung beban hutang perusahaan sebesar Rp 100 juta, karena itu untuk menutupinya dan sebagai modal membangun usaha ia harus mengajukan pinjaman pada bank. Tidak hanya itu, persaingan yang ketat di dunia beras sempat menciutkan nyali pria mantan karyawan perusahaan minyak ternama ini sehingga sempat terpikir untuk menjual perusahaan tersebut.


Namun situasi yang amat mendesak tersebut justru membuat Andris Berfikir kreatif. Dengan mencoba membuat produk olahan beras Garut yang bisa menjadi ciri khas dan buah tangan khas kota yang terkenal dengan dombanya ini. “Saya lihat banyak wisatawan yang dating menyukai Nasi Liwet dan nasi Tutug Oncom, dan dari situ saya kepikiran untuk membuat produk olahan nasi dalam bentuk instan.”

Bermodalkan Utang Ratusan Juta kini Pelopor Nasi Liwet Instan

Bermodalkan Utang Ratusan Juta kini Pelopor Nasi Liwet Instan

Sebelum merealisasikan idenya membangun nasi liwet instan dengan bran Nasi Liwet 1001 di tahun 2009 , suami dari Ruly Putri Mustika ini mulai mempersiapkan semuanya. Salah satunya dengan memodifikasi mesin-mesin penggiling padi sehingga proses pencucian beras bisa dilakukan pada proses penggilingan dan beras siap dikemas. Alhasil, beras instan yang dikemas dapat langsung dimasak tanpa harus dicuci terlebih dahulu. “Dengan mesin tersebut, Beras akan melalui tiga kali proses penggilingan dan pencucian sehingga menghasilkan beras yang bersih,” terang Andris.

Lengkap Dengan Bumbu. Nasi Liwet Instan 1001 mengandalkan cita rasa beras Garut yang berkualitas. Bukan hanya berwarna putih dan bersih karena proses penggilingan menggunakan teknologi terkini, Nasi Liwet 1001 juga menawarkan cita ras beras Garut yang manis, pulen, dan ketahanan nasi yang lebih awet dari beras lainnya.

Dalam satu bungkus Nasi Liwet 1001, sudah terdapat berbagai bahan baku pembuatan nasi liwet seperti beras, bumbu rempah, serta ikan asin sebagai varian. Sehingga proses pemasakan tidaklah sulit dan cepat, hanya tinggal memasukan semua bahan ke dalam rice cooker dan dimasak sekitar 20 menit.

Nasi Liwet 1001 menawarkan berbagai varian nasi liwet mulai dari Original, Jambal, Teri, Cumi, Jengkol dan Petai, Selain itu ada juga produk Nasi Uduk Instan, Nasi Kuning dan Nasi Uduk Warna (NASUWA). Untuk menjaga kualitas produk, Andris tidak menggunakan pengawet maupun pewarna yang berbahaya bagi kesehatan. Ia menggunakan pewarna alami seperti angkak untuk warna merah, Kunyit untuk warna kuning dan ubi ungu untuk warna ungu.

Satu Paket Nasi Liwet 1001 ditawarkan dengan harga yang bervariasi tergantung ukuran dan varian rasanya. Seperti Nasi Liwet dengan ukuran 500 gram untuk 4-5 orang per paket dijual dengan harga Rp 35 ribu dan untuk ukuran 250 gram untuk 2-3 orang harganya 25 ribu per paket. Sedangkan untuk produk Nasi Uduk Warna(NASUWA) 250 gram hanya 25 ribu.

Walau tanpa pengawet, namun masa kadaluwarsa Nasi Liwet 1001 tahan hingga 1 tahun, hal tersebut tidak lepas dari proses pengawetan secara alami yang dilakukan pada saat proses produksi yaitu dengan cara dikeringkan serta menggunakan plastic vacuum.

Dengan keunikan dan berbagai kelebihan yang dimiliki khususnya soal kualitas rasa dan kepraktisan dalam proses emasak membaut Nasi Liwet 1001 banyak diserbu bukan hanya oleh masyarakat umum melainkan juga oleh para Jemaah haji dan para pendaki gunung yang memang membutuhkan bahan baku makanan yang praktis dalam proses pengolahan.

Respons masyarakat terhadap produk nasi liwet instan ini bisa dilihat dari banyaknya pesanan yang mencapai 2000 pack tiap harinya dengan omset hingga ratusan juta per bulan. Lewat bisnis ini pun Adris mampu membayar hutang ratusan juta warisan ayahnya.

Dikenal hingga Mancanegara. Banyak cara dilakukan Adris untuk memasarkan produknya. Selain membuka gerai oleh-oleh Nasi Liwet di sekitar Garut dan menggunakan jaringan internet. Adris juga menawarkan paket kerja sama untuk produk Nasi Liwet 1001. Paket kerja sama tersebut dalam bentuk Distributor, Agen dan Reseller dengan sistem kerja ringan dan pastinya tidak menyulitkan para Mitra. Saat ini Nasi Liwet 1001 sudah memiliki Mitra di beberapa daerah seperti Garut, Bandung, Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi hingga beberapa kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Bahkan dnegan berbahai kelebihan yang ditawarkan membuat Nasi Liwet 1001 bukan hanya diminati oleh pasar dalam negeri melainkan juga sudah masuk ke beberapa pasar di beberapa negara seperti Amerika, Dubai, Australia, dan beberapa negara lainnya. “ Kita juga mendapatkan penghargaan dari Gubernur Jawa Barat pada acara Anugerah Inovasi Jabar Award 2012” ungkap pria yang hobi travelling ini.

Menurut Andris, Kendala yang sering dirasakan dalam menjalankan usahanya terletak pada ketersediaan bahan baku beras Garut. Mengingat lahan persawahan di Garut yang terus menyempit akibat pembangunan yang dilakukan masyarakat.

Bagi Andri, berbagai permasalahan dan kendala yang menghadang merupakan hal yang wajar. Yang terpenting ia harus tetap fokus, terus berkarya dan berinovasi dalam membangun usahanya sehingga bisa menjadi yang terbaik. ”Kita tidak boleh setengah-setengah dalam membangun usaha,
ungkapnya.

Baca Juga : Peluang Bisnis Kuliner Dan Inspirasi Pengusaha Mie Nyonyor

Belajar sb1m yuk