header 728 x 90 3

Bahasa Marketing di Media Sosial

Bahasa Marketing di Media Sosial – Rata-rata orang jaman sekarang sudah terbiasa menggunakan media sosial. Artinya, segala bentuk aktivitas pun bisa terjadi di sana termasuk transaksi bisnis. Lumrah jika pada akhirnya banyak pelaku bisnis yang mengandalkan media sosial untuk praktik promosi dan pemasaran. Tapi ada satu ganjalan yang kerap menyebabkan kegagalan dalam praktik promosi dan pemasaran menggunakan akun media sosial. Apa itu? Yaitu penerapan bahasa marketing.

Bahasa Marketing di Media Sosial

Bahasa Marketing di Media Sosial

Nah, bahasa semacam apakah yang semestinya digunakan dalam praktik promosi dan pemasaran? Hal ini terkait dengan gaya tutur dalam penerapannya. Macam-macam karakter dari para pengguna akun media sosial menimbulkan konsekuensi tertentu seperti bagaimana seharusnya pelaku promosi memiliki bakat komunikasi yang bagus. Tidak membuat kesan formal alias kaku serta selalu ramah dan bersahabat kepada setiap orang di jaringan.

Misalnya begini, jika produk yang dipasarkan adalah barang yang lebih digemari kaum muda, tentu saja gaya bahasa tuturnya harus menyesuaikan. Mungkin tidak sulit bagi orang yang telah terbiasa menggunakan akun media sosial dan menjadikannya sebagai bagian dari aktivitas keseharian. Tetapi ada saja masalah yang dihadapi seperti kegagapan dalam melayani konsumen yang tentu saja beragam karakternya. Oleh sebab itu, ada beberapa hal khusus yang sebaiknya diperhatikan jika ingin mengelola bahasa marketing yang ideal dalam pemakaian akun media sosial.

Hal pertama adalah prinsip keramahan yang natural. Dalam konsep Customer Service secara konvensional, setiap konsumen atau klien akan disuguhi sapaan dan senyuman ramah yang tak dibuat-buat. Memang dalam praktinya di media sosial akan sedikit bias karena bahasa yang digunakan adalah bahasa tulis, dan beberapa kali pemakaian emotikon. Praktik semacam itu dirasa kurang natural dan lebih terkesan basa-basi. Namun bukan berarti bahwa kita akan mengabaikan itu begitu saja. Tetaplah berpedoman pada layanan yang optimal dengan selalu menerapkan gaya bahasa tutur yang ramah dan selalu bersahabat kepada setiap klien.


Contoh lagi dari segmen anak muda, gunakanlah diksi atau ungkapan-ungkapan yang relevan dengan mereka. Istilahnya adalah bahasa gaul, namun jangan terlalu berlebihan alias alay. Bagaimanapun, produk yang ditawarkan harus punya reputasi bagus dan membuat orang semakin yakin dan percaya dengan apa yang sedang Anda jual. Bagaimana jika produk yang ditawarkan punya segmen lebih tua? Tentu saja Anda harus menyesuaikan. Memang benar bahwa kebanyakan pemakai akun media sosial adalah mereka yang berusia muda atau setidaknya melek teknologi. Namun sesuaikanlah dengan siapa yang sedang Anda hadapi selama berurusan dengan bisnis di dunia maya. Di sinilah Anda akan memainkan peran yang sangat penting dalam mengelola akun media sosial.

Pertimbangan lainnya tentu saja adalah jenis dari akun media sosial yang digunakan. Mulai dari FB, Twitter, Instagram, dan sebagainya, masing-masing punya gaya bahasa yang ideal. Anda bisa mempelajari beberapa jenis penggunaan bahasa yang dipakai oleh masing-masing media sosial tersebut. Setiap pemakaian akun media sosial nantinya bisa dijadikan bahan pertimbangan untuk memetakan sejauh mana Anda akan berhasil dalam mengelola sistem pemasaran yang lebih efektif dan efisien.

Beberapa kali Anda mungkin harus mencoba dan terus bersabar karena hasil dari promosi itu kurang signifikan. Oleh sebab itu, Anda juga harus selalu membiasakan diri dengan praktik promosi dan pemasaran menggunakan akun media sosial. Cobalah untuk mempelajari bagaimana cara dan strategi dari para pelaku bisnis yang dirasa cocok dalam mengungkapkan bahasa marketing di media sosial.

Belajar sb1m yuk